Kisah Yuliana, Juara Dunia Pencak Silat yang Cuma Bawa Pulang Piala dan Medali (1)

Kompas.com - 26/07/2018, 07:35 WIB
Yuliana (17), atlet Indonesia yang menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior di Thailand pada April 2018, tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTB di Lapangan Lawata, Kota Mataram. KOMPAS.com/Fitri RachmawatiYuliana (17), atlet Indonesia yang menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior di Thailand pada April 2018, tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTB di Lapangan Lawata, Kota Mataram.

MATARAM, KOMPAS.com - Senin sore itu, sejumlah atlet pencak silat berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Nusa Tenggara Barat.

Tiga pelatih menggembleng mereka dengan tangkas, salah satunya Maryati, pesilat andalan NTB yang pernah menjadi juara dunia mengharumkan nama Indonesia dalam Kejuaraan Dunia pencak silat di Bali, 2016 silam.

Salah satu atlet yang tengah berlatih adalah Yuliana (Yuli), atlet asal Dusun Trajon, Desa Montong Are, Kecamatan kediri, Lombok Barat. Dia adalah salah satu pesilat didikan PPLP yang nyaris tak terdengar namanya, namun prestasinya telah mendunia.

Baca juga: 7 Hadiah untuk Zohri, Sang Juara Dunia dari NTB

Saat ini, Yuliana yang masih berusia 17 tahun dan duduk di kelas 2 SMA. Dia adalah juara dunia Pencak Silat Junior 2018 di Songkhla, Thailand, pada bulan April lalu.

Juara dunia yang mengibarkan bendera Merah Putih itu kan Yuliana dulu, baru Zohri. Hebatnya dia, dia tak banyak menuntut. Dia selalu mengatakan rezeki tidak akan tertukar," kata Salabi, Pelatih PPLP khusus Pencak Silat pada Kompas.com, Senin (23/7/2018).

"Miris bagi saya nasibnya Yuliana. Saya bangga padanya, kalau dilihat kondisi kehidupan Yuliana, tak jauh berbeda dengan Zohri,” tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Zohri, Sang Juara Dunia Lari 100 Meter U-20, Hidup Dalam Kesederhanaan

Salabi sesekali memberi instruksi saat Yuli tengah berlatih dengan Maryati dan Herman. Kaki kanan dan kiri Yuli begitu keras menendang samsak, alat bantu olahraga fighting. Dengan lihai dia melakukan tendangan memutar hingga mengunci.

Demi Merah Putih

Salabi mengatakan bahwa Yuli adalah atlet yang cerdas, kemauannya tinggi dan cepat menangkap.

“Pada event-event yang levelnya tingkat nasional dia tak perlu seorang pendamping. Jadi bisa membaca permainan lawan. Dia sangat cepat dan itu yang membuat dia bisa berhasil dan sangat disiplin,” ungkap sang pelatih.

Baca juga: Zohri, Sang Juara Dunia Lari U-20, Pergi ke Sekolah Telanjang Kaki karena Tak Punya Uang (2)

Usai latihan, Yuli istirahat sejenak. Dengan ramah, putri sulung dari almarhum Sahdi dan Sumaini ini menjawab pertanyaan di sela istirahat.

“Saya ini sangat termotivasi dengan Mbak Maryati, sang juara dunia, pesilat kebangggan NTB, yang selalu menang di PON, SEA Games. Saya ingin seperti dia, bisa kibarkan Merah Putih di negara orang. Saya ingin rasakan itu dan tercapai di Thailand. Saya sangat bangga dan senang sekali,” kata Yuli sambil mengepalkan tangannya ke dada.

Ditanya apa yang dibawanya pulang dari Thailand, sinar matanya tetap menyala.

“Saya bawa piala, piagam dan medali, itu saja," ungkapnya.

“Tidak ada,” jawabnya lagi sambil tersenyum ketika ditanya apakah membawa uang sebagai hadiah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.