KPK Amankan Kalapas Sukamiskin, Kadivpas Ditunjuk Jadi Plh Kalapas Sukamiskin

Kompas.com - 21/07/2018, 18:39 WIB
Pasca Kabar penggeledahan oleh KPK tampak kondisi lapas Sukamiskin yang berjalan normal seperti biasa. KOMPAS.com/AGIEPERMADIPasca Kabar penggeledahan oleh KPK tampak kondisi lapas Sukamiskin yang berjalan normal seperti biasa.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kadivpas Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat Alfi Zahrin ditunjuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Kalapas Sukamiskin

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Direktorat Pemasyarakatan (Sesditjen Pas) Liberti Sitinjak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2018) sore. 

"Plh sudah ditunjuk, Pak Kadiv Pas-nya langsung," kata Liberti.

Penunjukan Plh ini menyusul adanya penindakan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapas Sukamiskin, Sabtu (21/7/2018) dini hari. KPK dikabarkan mengamankan enam orang, termasuk Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein.

Baca juga: KPK Segel Sel di Lapas Sukamiskin karena Tak Ada Penghuninya 

Ketika disinggung apakah Wahid bakal dicopot, Liberti mengaku tidak tahu terkait hal tersebut. "Saya tidak tahu," kata dia.

Kedatangan Liberti ke Lapas Sukamiskin terkait penindakan KPK di Lapas Sukamiskin. Liberti mengaku, masih mengumpulkan data-data di lapas tersebut untuk nanti disampaikan ke Menkumham Yasonna Laoly.

"Ini saya masih kumpulkan data-data, nanti laporan selanjutnya Pak Menteri yang akan menyatakan ke pers. Saya masih kumpulkan data-data terkait yang terjadi subuh tadi, paling lambat jam 9 Pak Menteri sudah berikan komentar," kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, KPK telah mengamankan enam orang terkait operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Penindakan di Lapas Sukamiskin dilakukan KPK pada Sabtu (21/7/2018) dini hari. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, pihaknya telah mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan, termasuk Kepala Lapas Wahid Husein.

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Kepala Lapas Sukamiskin 

"Setelah kami kroscek dan ada bukti awal, maka sekitar enam orang diamankan, termasuk pimpinan lapas dan pihak swasta. Selain itu, uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan juga diamankan sebagai barang bukti awal," tutur Syarif.

Ke enam orang itu dibawa ke Kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut, ke-enam orang yang diamankan KPK terdiri dari beberapa unsur yakni penyelenggara negara di lapas, narapidana korupsi dan keluarga napi serta pegawai negeri sipil (PNS) di lapas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X