"Silakan Dirobohkan Tapi Pintu dan Jendela Jangan Dibawa" (3)

Kompas.com - 20/07/2018, 20:31 WIB
Ngadiman meminta Angkasa Pura dan PP menyelamatkan kusen dan pintu rumah sebelum menggusur rumah. Permintaan pun dipenuhi. KOMPAS.com/Dani JNgadiman meminta Angkasa Pura dan PP menyelamatkan kusen dan pintu rumah sebelum menggusur rumah. Permintaan pun dipenuhi.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Banyak warga pasrah digusur dari lahan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta.

Seperti Ngadiman dan anggota keluarganya. Mereka pasrah dan membiarkan rumahnya ikut dirobohkan.

Saat penggusuran, Ngadiman punya permintaan. Ia meminta daun pintu, jendela, serta semua kusennya tidak ikut dirobohkan. Menurutnya, benda-benda itu harta tersisa mereka.

Relawan kuli angkat pun memenuhi keinginan Ngadimin. Mereka melepas semua pintu, jendela, hingga kusen, sebelum merobohkan rumah.


Baca juga: Tolak Tanah Digusur untuk Bandara, Sumiyo Bergulat dengan Petugas di Atap Rumah (2)

"Yang ini (pintu dan jendela) jangan dibawa. Saya bawa sendiri. Silakan dirobohkan tapi yang ini jangan dibawa," kata Ngadiman menunjuk kusen dan pintu.

Penggusuran rumah warga yang masih bertahan di lahan NYIA berlangsung 2 hari. Sebanyak 33 rumah berada di lahan NYIA ini dan 36 kepala keluarga bertahan.

Angkasa Pura I dan PP akhirnya menggusurnya setelah tertunda berbulan-bulan sejak final akuisisi lahan.

Mereka menggerakkan banyak ekskavator, relawan angkat dan angkutan. Ratusan aparat gabungan baik TNI, Polri, dan Satpol PP pun mengamankan situasi eksekusi.

Harta benda warga diungsikan sebelum penggusuran. Mereka memindahkan seluruh harta warga dan ternak ke rumah-rumah sewa yang sudah disediakan. Termasuk permintaan menyelamatkan pintu, jendela, sampai genting.

Baca juga: Rumahnya Digusur untuk Bandara, Ponerah Bersumpah Tidak Ikhlas 7 Turunan (1)

"Mereka kita bantu, termasuk menurunkan genting dan kusen. Kita perlakukan saudara," kata Manajer Proyek Pembangunan NYIA, R Sujiastono.

Jumat ini, kata Sujiastono, merupakan hari terakhir pemindahan warga. Mereka akan menempati rumah relokasi sementara berupa rumah sewa yang disediakan AP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X