Masyarakat Diimbau Tak Ikut Antar Calon Haji Sampai Asrama

Kompas.com - 16/07/2018, 17:50 WIB
Jamaah calon haji tiba di Embarkasi Solo, Senin (16/7/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniJamaah calon haji tiba di Embarkasi Solo, Senin (16/7/2018).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mengimbau kepada masyarakat supaya tidak ikut mengantarkan calon haji dari daerahnya sampai Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, keluarga calon haji untuk tidak ikut serta mengantarkan sampai dengan asrama haji. Karena akan menambah permasalahan, krodit perjalanan," kata Kasubag Humas PPIH Embarkasi Solo, Afief Mundzir, Senin (16/7/2018).

Afief mengatakan, jemaah calon haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo tahun 1439/2018 sebanyak 34.112 orang. Mereka berasal dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jumlah tersebut terbagi dalam 95 kelompok terbang (kloter).

Kloter pertama jemaah calon haji yang masuk Embarkasi Solo berasal dari Kabupaten Tegal. Mereka akan diterbangkan ke Tanah Suci Makkah pada Selasa (17/7/2018) sekitar pukul 05.35 WIB.

"Awalnya ada 360 jemaah yang terdaftar di kloter pertama. Karena ada satu calon haji yang meninggal sehingga yang diberangkatkan hanya 359 orang," terang Afief.

Baca juga: Mulai Tahun Ini, Jatah Kursi Calon Jamaah Haji yang Wafat Bisa Diganti Ahli Waris

Sebelum diterbangkan ke Tanah Suci keesokan harinya, kata Afief, jemaah calon haji menjalani karantina dan diwajibkan beristirahat di pemondokan Asrama Haji Donohudan. Mereka juga diperiksa kesehatannya untuk mengetahui kondisi mereka sebelum terbang.

"Mereka istirahat di pemondokan yang sudah kita sediakan, yaitu di gedung Makkah dan Madinah. Mereka akan kita bagikan gelang dan living cost sebelum berangkat ke Makkah," ujarnya.

Baca juga: 60 Persen Jemaah Calon Haji Jateng-DIY Berisiko Tinggi

Kompas TV Biro perjalanan haji, Maktour, menggelar kegiatan vaksinasi kepada para calon jamaah haji.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X