Pesawat Tempur F-5 Dihibahkan Jadi Monumen di Alun-alun Mejayan Madiun - Kompas.com

Pesawat Tempur F-5 Dihibahkan Jadi Monumen di Alun-alun Mejayan Madiun

Kompas.com - 13/07/2018, 10:12 WIB
Personel Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi menyiapkan pesawat F-5 Tiger TS 1305, yang akan dipasang sebagai monumen di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Rabu (11/7/2018).Penlanud Iswahjudi Personel Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi menyiapkan pesawat F-5 Tiger TS 1305, yang akan dipasang sebagai monumen di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Rabu (11/7/2018).

MADIUN, KOMPAS.comTNI AU menghibahkan satu unit pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah purna tugas untuk dijadikan monumen di Alun-Alun Mejayan, Kabupaten Madiun.

Pendirian monumen pesawat tempur buatan Amerika Serikat itu untuk memberikan inspiras bagi generasi muda.

"Pendirian monumen pesawat `F-5 Tiger` di alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun agar bisa menginspirasi generasi muda di Madiun. Apalagi Madiun identik dengan TNI AU" kata Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Samsul Rizal, Kamis (12/7/2018).

Samsul mengatakan monumen pesawat tempur F-5 dipasang di jantung kota Kabupaten Madiun. Penempatan monumen pesawat legendaris di Alun-alun Kabupaten Madiun bagian dari hasil pertemuan Kasau dengan Bupati Madiun, Muhtarom beberapa bulan lalu.

Baca juga: Keluarga Akhirnya Relakan Rizky Meninggal Digigit King Kobra

Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Royke Manusiwa mengatakan, bagian badan pesawat, ekor dan sayap pesawat sudah dikirim dari Lanud Iswahjudi ke Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun.

Pesawat ini nantinya akan berada diatas tanah dengan posisi seperti menyambar.

Untuk diketahui, pesawat legendaris dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi, Pesawat tempur F-5-E/F Tiger II kini telah purna tugas setelah mengudara selama 35 tahun.

Panjangnya masa pengabdian pesawat F5-E/F Tiger II telah melahirkan pemimpin-pemimpin TNI AU dari dulu hingga sekarang. Sejarah panjang pesawat legendaris ini kebanggaan TNI AU ini untuk sejumlah operasi dan latihan di Republik Indonesia.

Baca juga: Dicopot dari Jabatannya karena Diduga Selingkuh, Kapolres Pangkep Menangis

Pada saat kedatangannya tanggal 21 April 1980, gelombang pertama armada F-5 E/F Tiger II mulai tiba di Indonesia. Sebanyak 8 unit dari 16 unit pesawat diangkut dengan menggunakan pesawat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF yang diterbangkan langsung dari Amerika Serikat.

Sedangkan sisanya dikirim pada 5 Juli 1980. Selanjutnya pesawat dirakit kembali di Skadron Udara 14 dengan melibatkan teknisi dari TNI AU.

Sejak kedatangan pertama kalinya di Indonesia, pesawat yang dijuluki 'Sang Macan' ini dilibatkan kedalam sejumlah operasi dan latihan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Viral Polisi Pemilik Minimarket Dorong Pencuri, Ini Barang-barang yang Diamankan

Mulai dari Operasi Panah di wilayah Aceh pada tahun 1990-1992, Operasi Elang Sakti XXI (Operasi Pengamanan Perbatasan NTT) tahun 1999, dan juga Operasi Oscar yang merupakan operasi pengamanan wilayah perairan,

Namun sejak bulan Mei 2016, berdasarkan telegram, pimpinan TNI AU Nomor T/719/2016 tanggal 3 Mei 2016 tentang penghentian sementara pengoperasian (stop flying) seluruh pesawat F-5 E/F Tiger II Skadron Udara Lanud Iswahyudi, Komandan Skadron Udara 14 Letkol Pnb Abdul Haris memerintahkan kepada penerbang untuk menghentikan operasional pesawat F-5 E/F Tiger II. 

Kompas TV TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Amerika Serikat, akan menggelar latihan bersama di Manado, Sulawesi Utara.



Komentar

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X