Dicopot dari Jabatannya karena Diduga Selingkuh, Kapolres Pangkep Menangis

Kompas.com - 12/07/2018, 09:51 WIB
Kapolres Pangkep dicopot dari jabatannya karena diduga berselingkuh. screenshot video Tribun TimurKapolres Pangkep dicopot dari jabatannya karena diduga berselingkuh.

PANGKEP, KOMPAS.com — AKBP Bambang Wijanarko menangis saat upacara pencopotan jabatannya sebagai kapolres Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dilansir TribunTimur.com, Rabu (11/7/2018), pencopotan tersebut berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri nomor ST/1679/VII/KEP./2018.

Dia dicopot karena diduga berselingkuh dengan staf Polres Pangkep.

Di depan para anggotanya saat lepas sambut pada Selasa (10/7/2018), dia pun mengaku bersalah dan meminta maaf.


"Saya minta maaf, saya ini manusia yang tidak luput dari kesalahan," katanya.

Acara tersebut berlangsung haru, Bambang tak bisa menahan air matanya. Air matanya menetes ketika para anggota Polres Pangkep memeluknya.

Baca juga: Disangka Selingkuh, Anggota DPRD Dipecat sebagai Kader PKS

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono mengatakan, Bambang diduga sering keluar malam bersama seorang staf Polres Pangkep.

"Dugaan sementara kami, dia (AKBP Bambang Wijanarko) diajak jalan-jalan malam-malam, tapi perlu pendalaman lagi, makanya ditarik," kata Umar.

"Ya, yang namanya pemimpin itu masa malam-malam jalan sama stafnya itu bagaimana, kan nggak bener. Makanya kita masih pendalaman," lanjutnya.

Baca juga: Anak Sakit di Rumah, Ayah Malah Selingkuh dengan Wanita Lain di Kamar Kos

Dilaporkan, Bambang telah dimutasi ke Polda Sulsel sebagai perwira menengah (pamen) atau di-nonjob-kan.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Dicopot karena Dugaan Selingkuh, Mantan Kapolres Pangkep: Saya Manusia Biasa

Kompas TV Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany dan Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X