Penjual Es Tebu Ini Akhirnya Bisa Berhaji setelah Menabung di Bambu Selama 14 Tahun - Kompas.com

Penjual Es Tebu Ini Akhirnya Bisa Berhaji setelah Menabung di Bambu Selama 14 Tahun

Kompas.com - 12/07/2018, 06:44 WIB
Abdul Chamid dan istrinya Mukhlisoh menyiapkan perlengkapan haji yang bakal dibawanya ke Tanah Suci Mekkah di rumahnya yang sederhana di Jombang.Surya/ Sutono Abdul Chamid dan istrinya Mukhlisoh menyiapkan perlengkapan haji yang bakal dibawanya ke Tanah Suci Mekkah di rumahnya yang sederhana di Jombang.

JOMBANG, KOMPAS.com - Pasangan suami-istri (pasutri) Abdul Chamid-Mukhlisoh, warga desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah bertahun-tahun menabung dari hasil kerja kerasnya menjual es tebu.

Pasutri ini begitu ulet menyisihkan sebagian penghasilannya dari menjual es tebu selama 14 tahun hingga akhir keinginan pergi ke Tanah Suci pun terwujud. Uniknya, mereka menabung uang di dalam celengan bambu.

"Kami bisa mendaftarkan diri tahun 2010 pun karena dibantu dengan dana talangan dari bank. Dan, alhamdulillah tahun ini bisa melunasi," kata Mukhlisoh kepada Surya, Rabu (11/7/2018).

Aktivitas keseharian Abdul Chamid dan Mukhlisoh adalah pedagang es tebu di sebuah lapak Taman Kebon Ratu Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan Jombang.

Setiap hari keduanya mengais rezeki dari air perasan tebu yang diperasnya dengan peralatan sederhana.

Baca juga: Jemaah Calon Haji Bertambah, Embarkasi Solo Tambah Gudang Penampung Koper

Karena lokasi rumah dan tempat usahanya hanya berjarak sekitar dua kilometer, keduanya kini lebih banyak berjalan kaki untuk pergi dan pulang.

"Dulu pakai sepeda, tapi sekarang hampir selalu jalan kaki pergi-pulang. Ini sekalian latihan, karena di Tanah Suci kabarnya akan lebih banyak jalan kaki untuk menunaikan rukun haji," timpal Abdul Chamid.

Abdul Chamid dan Mukhlisoh mengaku bahagia, karena jerih payahnya sudah tinggal memetik hasil.

Awal Agustus, keduanya akan bertolak dari Jombang menuju Tanah Suci setelah transit dulu di Asrama Haji Sukolilo. Keduanya termasuk kelompok terbang 79.

Lelaki kurus ini berkisah, ia bersama istrinya menyisihkan uang recehan mulai pecahan mata uang logam Rp 5 00 hingga pecahan kertas Rp 20.000 untuk ditabung dalam ruas bambu.

Karena terlalu lama dalam celengan (tabungan) bambu, kadangkala uang sudah jamuran.

"Makanya, beberapa waktu terakhir kami pindah ke tabungan dari plastik," timpal Mukhlisoh, sang istri.

Muchlisah mengatakan dirinya sudah bertekad pergi haji berdua sejak lama. Dengan berhaji mereka tak hanya untuk memenuhi rukun Islam kelima, melanikan juga berharap seluruh keluarganya mendapatkan berkah.

Baca juga: Daftar Tunggu Haji di Jawa Tengah Capai 21 Tahun

Kini mereka berdua harus mempersiapkan diri, baik fisik, mental maupun amalan, dengan harapan menjadi haji mabrur di tahun 2018 ini.

Itu sebab, di sela kesibukan berjualan es tebu, keduanya kerap hadir dalam pengajian yang digelar majelis taklim di desanya maupun digelar kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang diikutinya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nabung 14 Tahun di Bambu, Pasutri Penjual Es Tebu di Jombang Ini Akhirnya Bisa Berangkat Haji

Kompas TV MMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan secara keseluruhan persiapan sudah hampir mencapai 100%.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X