Kompas.com - 11/07/2018, 12:08 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengumuman seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Jawa Tengah selesai dilakukan Rabu (11/7/2018) malam ini. Jika tidak tuntas, pengumuman akan ditunda.

“Kalau hari ini selesai, entar malam (diumumkan), kalau gak selesai ditunda,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai menghadiri upacara Bhayangkara di Mapolda Jateng, pagi tadi.

Semestinya, kata Ganjar, pengumuman dilakukan pada Rabu (11/7/2018) pagi ini. Namun, proses verifikasi soal surat keterangan tidak mampu (SKTM) masih terus dilakukan. Pengumuman hasil akan dilakukan hingga target maksimal pukul 23.55 WIB.

Untuk kerja itu, Ganjar mengaku tim harus bekerja sampai malam pukul 22.00 WIB nanti. Ia menargetkan semua verifikasi SKTM harus tuntas dilakukan sebelum pengumuman.

“Kita hari ini sampai pukul 22.00 malam, nanti semua bekerja. Verifikasi sehari selesai, kalau pendaftar misalnya 500, guru ada 50 guru, 1 guru 10 itu sehari selesai,” ucapnya.

Baca juga: Mendusta dengan SKTM Palsu demi Sekolah Anak (3)

Terkait dugaan aparat desa yang dinilai mudah mengeluarkan SKTM, Ganjar mengatakan, perkara itu perlu dilakukan pembuktian lebih lanjut. Namun, di luar itu, dia menilai butuh orangtua yang jujur ketika mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah.

“Kita butuh orangtua jujur, masa orangtua enggak jujur masukkan anaknya seperti itu, pendidikan hancur kalau begitu. Ini menjadi alert bahwa ternyata budi pekerti juga penting untuk orang tua,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ganjar ingin agar aturan yang menyangkut soal kuota 20 persen PPDB online diubah pada tahun mendatang. Aturan diubah dari kuota minimal menjadi kuota maksimal.

“Saya minta Pak Menteri agar aturan disesuaikan masing-masing daerah, aturan tidak minimal tapi maksimal. Kedua, metodenya diganti. Orang miskin diseleksi melalui jalur sendiri, tidak digabung,” tambahnya.

Baca juga: Mendusta dengan SKTM Palsu demi Sekolah Anak (2)

Sejauh ini, dari hasil verifikasi ditemukan hasil yang cukup mengejutkan. Hingga Senin (10/7/2018) kemarin, dari hasil verifikasi, sudah ada sekitar 78.065 SKTM dicoret dan dibatalkan dari total pengguna SKTM mencapai 14.

Kompas TV Penerimaan Peserta Didik Baru masih mengalami kendala


8.892. Jumlah 78.065 dari SMAN sebanyak 35.949 dan SMKN sebanyak 42.116 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.