Mendusta dengan SKTM Palsu demi Sekolah Anak (2)

Kompas.com - 11/07/2018, 10:55 WIB
Ribuan warga mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bantul. KOMPAS.com/Markus YuwonoRibuan warga mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bantul.

SEMARANG, KOMPAS.com — Keberadaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang tidak sesuai untuk pendaftaran peserta didik baru ( PPDB) online di Jawa Tengah terus ditemukan. Hingga Senin (10/7/2018) kemarin, dari 148.892 SKTM yang dilampirkan, 78.065 SKTM di antaranya terpaksa dicoret dan dibatalkan.

Banyaknya pendaftar yang menggunakan SKTM turut merisaukan orangtua yang tidak melampirkan SKTM. SN (40), warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, salah satunya.

SN mengaku gundah melihat banyaknya pendaftar di salah satu SMA di Kota Semarang yang menggunakan SKTM. Ia yang mendaftarkan anaknya turut waswas karena tidak ikut serta membawa SKTM.

Menurut SN, banyak orangtua siswa yang tidak membawa SKTM terzalimi oleh aksi orangtua siswa yang membawa SKTM yang tidak sesuai. Ia paham bahwa yang mendaftar itu orangtua kategori tidak mampu, namun ternyata itu tidak sepenuhnya terjadi.

“Mestinya kalau bawa SKTM yang orangtuanya punya KIS, KIP, tapi faktanya banyak mereka yang membuat surat keterangan miskin dari RT, RW, kelurahan dan kecamatan supaya anaknya diprioritaskan masuk ke sekolah,” kata SN saat dihubungi, Rabu (11/7/2018).

SN yang juga ketua RT di wilayah itu khawatir jika itu terjadi akan ada masalah di kemudian hari. Ia meyakini banyak orangtua yang mengajukan SKTM bukan berasal dari kalangan tidak mampu.

“Padahal, mereka bukan warga miskin,” ucapnya lagi.

Baca juga: Mendusta dengan SKTM Palsu demi Sekolah Anak (1)

Dia pun akan melaporkan temuan itu ke pos pengaduan PPDB itu, sembari berharap orangtua siswa menarik SKTM yang tidak sesuai dengan faktanya.

Dapat SKTM

Lurah Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Joko Sumarno menjelaskan, untuk dapat mengajukan SKTM, diperlukan surat pengantar dari tingkat RT atau RW. Setelah mendapat rekomendasi itu, kelurahan akan memastikan dulu apakah yang mengajukan termasuk keluarga miskin atau tidak.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Regional
Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X