Pemerintah Anggarkan Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Jaringan Gas

Kompas.com - 30/06/2018, 07:41 WIB
Pembangunan jaringan gas bumi PGN untuk memperluas jangkauan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia Pembangunan jaringan gas bumi PGN untuk memperluas jangkauan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 triliun pada 2018 untuk membangun 70.000an jaringan gas (jargas) di Indonesia.

"Anggaran tahun ini 1 juta untuk 70.000an sambungan. Kebutuhan Indonesia tinggi," ujar Pimpinan Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron dalam Seminar Nasional Majelis Nasional KAHMI di Bandung, Jumat (29/8/2018).

Herman mengatakan, selama ini pemerintah lebih fokus pada infrastruktur seperti jalan. Namun untuk pemipaan gas maupun BBM masih kurang, sehingga harus ditingkatkan.

Padahal, jargas merupakan solusi bagi penyedia energi di rumah tangga untuk menggantikan tabung yang selama ini kerap bermasalah.

Baca juga: Diduga Keracunan Gas, 7 Penambang Sekotong Tewas, 6 Lainnya Terluka

"Tabung banyak bermasalah seperti langka, harga mahal, dan lainnya. Dengan jargas langsung masuk ke rumah tangga dan harganya tetap tidak berfluktuasi," tuturnya.

Selain itu, efisiensi jargas dibanding gas tabung mencapai 50 persen. Harga jargas Rp 1.750 per meter kubik. Namun gas yang subsidi itu mencapai Rp 6.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagaimana kalau tidak disubsidi? Dengan efisiensi 50 persen, dalam jangka panjang pemerintah bisa alokasikan anggaran APBN dengan mengkonversi jaringan subsidi ke jaringan transmisi utuk masyarakat," ungkapnya.

Dilo Seno Widagdo, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan, pemerintah melalui PGN menargetkan 1 juta jaringan gas di Indonesia. Pembangunan dilakukan bertahap setiap tahunnya. 

Baca juga: Kebakaran di Tanah Tinggi Diduga akibat Kebocoran Selang Kompor Gas

"Jumlah rumah tangga di Indonesia saat ini 126 juta. Kami targetkan atau kami maunya satu atau dua tahun ke depan itu bisa terbangun jargas untuk 1 juta pelanggan," ucapnya.

"Program ini untuk Sulawesi, Papua, Kalimantan, Jawa, seluruh Indonesia. Jaringan gas ini nantinya akan langsung tersambung ke rumah tangga," ujar Dilo.

Program ini merupakan upaya jangka panjang agar bisa mengurangi subsidi LPG. Saat ini, cadangan gas Indonesia cukup untuk 70 tahun ke depan.

Namun cadangan minyak makin turun. Karena itu, pembangunan jaringan gas jauh lebih efisien dan aman dibanding LPG.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.