Pemudik Minati Jasa Kapal Laut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Kompas.com - 25/06/2018, 12:37 WIB
sejumlah calon penumpang menaiki Kapal Leuser tujuan Samput saat arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (25/6/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINsejumlah calon penumpang menaiki Kapal Leuser tujuan Samput saat arus mudik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (25/6/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Hampir 60 ribu orang tercatat menggunakan jasa via kapal laut pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Jumlah itu berpotensi bertambah karena arus balik di sektor laut akan terus berlangsung hingga 1 bulan ke depan.

"Sampai hari ini di Tanjung Emas untuk arus mudik dan balik sudah 59.500 orang. Tahun lalu jumlahnya 60.000 termasuk motor, ini 59.500 belum termasuk motor. Jadi ada kenaikan signifikan," kata Ardhy Wahyu Basuki, General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, saat ditemui di dermaga keberangkatan, Senin (25/6/2018).

Ardhy mengatakan, terjadi lonjakan penumpang yang cukup besar untuk arus mudik dan balik via laut. Penumpang, kata dia, merasa perjalanan via laut lebih nyaman ketimbang jalur darat.


Baca juga: Heboh 180 Bus Mudik Jokowi, Ini Penjelasan Pemprov Jateng

Selain itu, penumpang diberi kepastian soal harga tiket yang dibeli secara online. Penumpang juga harus menunjukkan boarding pass ketika hendak berangkat.

"Mudik via laut sekarang makin diminati. Semua sudah online dan by sistem," ujarnya.

Puncak arus balik, sambung Ardhy telah terjadi pada Rabu lalu. Di waktu puncak, penumpang yang kembali ke Kalimantan mencapai 4.000 orang degan belasan kapal.

Meski puncak terlewati, tetap saja arus balik di pelabuhan masih terus berlangsung. Bahkan, arus balik berlangsung hingga H+30.

" Arus balik sampai H+30 dan akan mengalami peningkatan. Rute mayoritas ke Kalimantan, penumpang kebanyakan itu pekerja kebun sawit, jadi tidak ikut libur nasional, libur bisa santai 1 bulan," tambahnya.

Baca juga: Cara Unik Polisi Atur Arus Mudik, dari Joget Dangdut hingga Live Music

Pada Senin pagi, ada 1.612 penumpang kembali ke Sampit dengan kapal Leuser. Dari jumlah itu, 250 diantaranya adalah penumpang yang mendapat bantuan mudik gratis dari perusahaan BUMN PT Semen Gresik.

Para penumpang diberangkatkan oleh PT Pelni menuju Sampit, Kalimantan.

Kepala cabang PT Pelni Semarang Lamson Ompusunggu mengatakan, KM Leuser tujuan Sampit berangkat dengan total penumpang 1.612 orang.

"Kebetulan ada arus mudik gratis pagi ini agen agak 250 orang yang dibantu Semen Gresik. Ini tentu meringankan beban pada penumpang," tambahnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X