Sopir Taksi Online Jemput 4 Orang Sebelum Tewas, Salah Satunya Perempuan - Kompas.com

Sopir Taksi Online Jemput 4 Orang Sebelum Tewas, Salah Satunya Perempuan

Kompas.com - 14/06/2018, 23:21 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain AdinegaraKOMPAS.com/ Aji YK Putra Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, pihaknya saat ini sedang memburu pelaku perampokan yang menyebabkan nyawa M Aji Saputra (24), pengemudi taksi online, tewas.

Zulkarnain menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, mereka menemukan rekaman CCTV di lokasi tempat korban pertama kali mendapatkan orderan untuk mengantarkan penumpang di kawasan Kolonel Haji Burlian Palembang.

Baca juga: Pengemudi Taksi Online yang Dirampok Mayatnya Digantung di Jembatan

Dari rekaman itu terlihat, korban Aji menjemput empat orang yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.

“Tapi masih kami selidiki apakah korban ini dibegal tengah jalan atau karena penumpang. Satu penumpang itu ada perempuan,” kata Zulkarnain, Kamis (14/6/2018).

Tewasnya Aji membuat daftar para pengemudi taksi online yang tewas di Sumatera Selatan akibat dirampok menjadi empat perkara selama dua tahun terakhir.

Kasus terakhir adalah Tri Widyantoro yang ditemukan tewas tinggal tulang-belulang di kabupten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Baca juga: Pengemudi Taksi Online Ditemukan Tewas, Mobilnya Raib

Jenderal bintang dua ini pun mengaku telah memanggil para aplikator taksi online untuk membatasi jam para mitra mereka.

“Saya sudah imbau kepada aplikator dan juga drivernya. Misalkan narik jam 10 ke atas ada yang pesan jauh dan mencurigakan, lebih baik ditolak. Tapi ini balik lagi ke diri masing-masing untuk menjaga diri,” ujarnya.


Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X