Sekjen PKB Tak Teliti soal Video Cak Lontong, Parpol Pendukung Sudirman-Ida Diminta Hati-hati - Kompas.com

Sekjen PKB Tak Teliti soal Video Cak Lontong, Parpol Pendukung Sudirman-Ida Diminta Hati-hati

Kompas.com - 14/06/2018, 17:56 WIB
Sudirman Said dan Ida Fauziyah saat menyambangi kantor PWNU Jawa Tengah, Senin (16/4/2018) kemarin.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Sudirman Said dan Ida Fauziyah saat menyambangi kantor PWNU Jawa Tengah, Senin (16/4/2018) kemarin.

SEMARANG, KOMPAS.com - Tim Sukses Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziah mengaku sudah mendengar kabar viralnya video dukungan untuk pasangan Sudirman dan Ida di Pilkada Jawa Tengah yang kemudian diketahui asal dicomot.

Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman dan Ida, Sriyanto Saputro, menilai bahwa polemik dukungan dengan mencomot video orang lain adalah urusan internal antara Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding dan Cak Lontong.

Baca juga: Sekjen PKB Abdul Kadir Karding: Semoga Cak Lontong Berkenan Memaafkan...

Namun demikian, pihaknya meminta kepada para koalisi parpol pendukung untuk hati-hati dengan menyaring segala bentuk dukungan sebelum disampaikan ke publik.

"Kalau ternyata ilegal lebih baik para pendukung dan tim pemenangan tidak share video tersebut," ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/6/2018)..

Sriyanto mengatakan, Karding telah meminta maaf atas postingan tersebut. Menurut dia pula, aksi itu tidak terlalu mengganggu konsentrasi dari upaya pemenangan pasangan nomor urut dua itu jelang Pilkada Jawa Tengah 2018.

"Itu tidak menggangu pemenangan," tuturnya.

Karding menuai protes karena sebelumnya mengunggah sebuah video dukungan terhadap Sudirman-Ida di akun media sosialnya.

Baca juga: Penjelasan KPU Terkait Laporan 3 Juta DPT Bermasalah di Pilkada Jateng

Belakangan diketahui, video yang memuat sosok Cak Lontong itu adalah dukungannya untuk salah satu pasangan di Pilkada Jawa Timur. Karding lalu menghapusnya dan meminta maaf atas postingan tersebut.

Saat ini, lanjut dia, tim pemenangan sedang berkonsentrasi untuk melihat potensi kecurangan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Jateng. Menurut dia, ada potensi pemilih ganda dan invalid ditemukan sebanyak 3 juta dari 27 juta pemilih.

"Kami saat ini konsen melototi DPT yang berpotensi invalid dan ganda yang bisa membuka peluang terjadinya kecurangan. Kita tunggu action KPU utk meneliti dan mengoreksi jika benar itu ditemukan," ungkapnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Ketua KPU Persilakan Para Calon Kunjungi Lembaga Pendidikan asal...

Regional
Ada Pekerjaan 'Skybridge', Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Ada Pekerjaan "Skybridge", Jalan Jatibaru Raya Dibuka Terbatas

Megapolitan
Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Pengamat: Kampanye Negatif Boleh, tetapi Kampanye Positif Harus Diutamakan

Nasional
PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

PPSU Temukan Botol Miras dalam Pembongkaran Rumah di Pekojan Jakbar

Megapolitan
ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

ITB Harap Penelitiannya Berguna untuk Rekonstruksi Palu Pasca-Bencana

Edukasi
Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Gelapkan 51 Sepeda Motor, Dua Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Regional
3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Nasional
Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Kekeringan, 1.000 ASN Kota Bandung Gelar Shalat Minta Hujan di Balai Kota

Regional
Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Polri: Banyak yang Catut Nama Kapolri Tito Karnavian

Nasional
Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Sambangi Syafi'i Maarif, Ma'ruf Amin Minta Saran Terkait Pilpres

Nasional
Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Perpanjangan Ganjil-Genap demi Penuhi Target Kecepatan 21 Km Per Jam

Megapolitan
Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Tak Ada di RKPD, Taufik Paksa Anggaran Rehab Kantor Lurah dan Camat Masuk APBD

Megapolitan
Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Selasa, Polisi Periksa Sohibul Iman Terkait Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Surabaya Dilewati Dua Sesar Aktif Berpotensi Gempa, Apa yang Dilakukan Pemkot?

Regional
PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

PKS Perbolehkan Kampanye Negatif, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu

Nasional
Close Ads X