Diperiksa Panwaslu, Bupati Banyuwangi Datang Jam 10 Malam

Kompas.com - 08/06/2018, 06:15 WIB
Hasyim Wahid (tengah) ketua Panwaslu Kabupaten Banyuwangi ditemui Kompas.com, Kamis (7/6/2018), setelah klarifikasi pemeriksaan atas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. KOMPAS.COM/Ira RachmawatiHasyim Wahid (tengah) ketua Panwaslu Kabupaten Banyuwangi ditemui Kompas.com, Kamis (7/6/2018), setelah klarifikasi pemeriksaan atas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendatangi kantor Panwaslu Kabupaten Banyuwangi pada Kamis malam sekitar pukul 22.15 WIB.

Anas memenuhi panggilan dari Panwaslu terkait laporan dugaan pertemuan puluhan Kades di Banyuwangi dengan Calon Gubernur (Cagub) Gus Ipul di kediaman mantan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Masykur Ali, Rabu lalu (30/5/2018).

Anas yang datang seorang diri menggunakan sarung dan baju serta kopiah berwarna putih langsung masuk ke ruangan dan pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Pemeriksaan dilakukan sekitar 15 menit, kemudian Anas keluar dari ruangan dan langsung menuju mobil.

"Saya enggak komentar banyak. Tapi yang pasti saya tidak hadir pada acara tersebut. Untuk detailnya nanti biar Panwas yang menjelaskan ya," kata Anas sambil tersenyum.

Baca juga: Bupati Banyuwangi: Ikut Kampanye Nomor Dua Dong, tapi Harus Cuti Dulu

Saat ditanya alasan mengapa datang pada malam hari, Anas menjelaskan karena selama satu hari penuh banyak agenda yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.

"Yang pasti saya datang untuk mengklarifikasi berita yang beredar di luar sana. Sehari ini penuh agendanya," jelas Anas.

Sementara itu, Hasyim Wahid, ketua Panwaslu Kabupaten Banyuwangi kepada Kompas.com menjelaskan pihaknya menerima laporan terkait dugaan pertemuan puluhan Kades di Banyuwangi dengan Calon Gubernur (Cagub) Gus Ipul di kediaman mantan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH. Masykur Ali, Rabu lalu (30/5/2018).

Laporan tersebut dilakukan oleh tiga elemen, salah satunya adalah Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut satu.

Sedangkan saat itu, kampanye yang dilakukan pasangan Safullah yusuf- Puti Guntur Soekarno diluar jadwal kampanye yang sudah ditentukan.

Baca juga: Pak Anas Masih Bupati Banyuwangi...

"Laporan resmi sudah masuk pada tanggal 4 Juni 2018 lalu dan langsung kami proses. Tapi dalam form tersebut, kolom siapa yang dilaporkan dan saksi tidak diisi. Walaupun demikian tetap kami proses," jelasnya.

Dugaan money politics

Menurut Hasyim total ada 78 orang yang diperiksa yang terdiri dari 69 kades, 3 orang staf desa dan mantan kepala desa, serta enam pihak yang terlibat antara lain KPU Banyuwangi, pemilik informasi, tuan rumah kegiatan tersebut serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Sebenarnya tiga orang yang belum kami periksa salah satunya Pak Anas yang dijadwalkan jam 10 pagi. Tapi jam 10 malam tadi Pak Anas datang dan sudah kami periksa secara tertutup. Jadi tinggal dua orang. Besok kami jadwalkan dua orang tersebut untuk diperiksa," jelas Hasyim.

Anas diperiksa karena dalam kampanye tersebut nama Bupati Anas ikut terlibat.

"Termasuk juga laporan dugaan money politics yaitu kades yang datang mendapatkan uang bensin satu juta rupiah. Dan itu sudah kami klarifikasi kepada seluruh kades yang datang" jelas Hasyim.

Baca juga: Survei Charta Politika: Elektabilitas Khofifah-Emil 44,6 Persen, Gus Ipul-Puti 43,8 Persen

Ia mengatakan 75 orang diperiksa secara maraton selama dua hari dan rata-rata satu orang membutuhkan waktu sekitar 1 jam. "Mungkin ini terbanyak di Jawa Timur," jelas Hasyim.

Dia mengatakan jika ada unsur pidana, maka temuan dari hasil penyelidikan akan dilaporkan ke sentra Gakumdu Banyuwangi untuk diproses hukum.

Jika ada pelanggaran administrasi maka akan di serahkan ke KPU dan pelanggaran lainnya akan diserahkan ke komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Batas maksimal pemeriksaan hanya 5 hari terhitung sejak laporan diterima. Jadi maksimal Sabtu semua sudah pemeriksaan sudah kita lakukan. Jadi walaupun laporan tidak terbukti, proses akan tetap berjalan," pungkas Hasyim. 

Baca juga: Survei FISIP Universitas Airlangga: Gus Ipul-Puti 47,25 Persen, Khofifah-Emil 42,25 Persen

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling HP Pasien Positif Corona di Ruang Isolasi Jalani Rapid Test, Hasilnya...

Maling HP Pasien Positif Corona di Ruang Isolasi Jalani Rapid Test, Hasilnya...

Regional
Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Pelanggar PSDD di Timika, Dihukum Push Up hingga Jalani Rapid Test

Regional
Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Jumlah Kasus Meningkat Covid-19, Pemprov Maluku Kekurangan Analis Swab

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Mei 2020

Regional
14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

14 Tahun Gempa Yogya: Kisah Warga Satu Dusun di Sleman Naik Truk Bantu Korban Gempa di Bantul

Regional
Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Pamit Mencuci Baju, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas, Anaknya Hilang

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Mei 2020

Regional
Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak 20 Warung dan 2 Gudang Lobster di Pantai Payangan

Regional
Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 27 Mei 2020

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

Regional
Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

Regional
Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X