Ngabuburit di Masjid Agung Karawang, Masjid Tertua di Jawa

Kompas.com - 04/06/2018, 15:38 WIB
Seorang warga tengah berziarah di Makam Syekh Quro dan Syekh Abdurahman di Komplek Masjid Agung Karawang, Senin (4/6/2018).KOMPAS.com/Farida Farhan Seorang warga tengah berziarah di Makam Syekh Quro dan Syekh Abdurahman di Komplek Masjid Agung Karawang, Senin (4/6/2018).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tak sedikit warga baik dari Karawang maupun dari luar daerah berbondong-bondong datang ke Masjid Agung Karawang atau Masjid Agung Syekh Quro, terutama pada bulan Ramadhan ini.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat datang menjelang buka puasa. Mereka juga berziarah ke Makam Syekh Quro dan Syekh Abdurahman yang terletak di belakang masjid.

"Setiap malam Jumat ada tawasul khusus di makam Syekh Quro, Syekh Abdurahman, dan para pengikutnya, serta bupati Karawang sebelumnya," ungkap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Karawang, Acep Djamhuri, Senin (4/6/2018).

Seperti diketahui Syekh Quro atau Syekh Hasunudin bin Yusuf Sidik merupakan pendiri Masjid Agung Karawang dan penyebar Agama Islam di Karawang.


Hanya saja, kata Acep, hingga kini belum diketahui secara persis lokasi Syekh Quro dimakamkan. Sebab, terdapat pula Makam Syekh Quro di Kampung Pulobata, Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

"Konon katanya dimakamnkannya belum jelas. Apakah di Masjid Agung atau di sana (Pulobata). Yang jelas kalau menurut kebanyakan orang dan hasil riyadoh, petunjuk, dari Syekh Toha dari Cirebon, bahwa sesungguhnya di Pulobata tempat berkholwatnya para waliyullah penyebar agama Islam di Karawang, Syekh Quro, sampai akhir hayat," terangnya.

Baca juga: Unik, Hotel di Solo Ini Ciptakan Miniatur Masjid dari Bahan Kue Kering

Selama Ramadhan ini, hampir 1.000 orang menyambangi Masjid Agung Karawang, baik untuk wisata ziarah, ngabuburit, buka puasa bersama, dan ibadah.

"Kami berupaya agar masyarakat nyaman beribadah di masjid ini," katanya.

Sejarah Masjid Agung Karawang

Secara histori, Masjid Agung Karawang disebut-sebut sebagai masjid paling tua di Pulau Jawa. Masjid ini didirikan pada tahun 1418 masehi oleh Syekh Hasunudin bin Yusuf Sidik ulama atau Syeh Quro. 

“Masjid ini lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Cirebon (1475 masehi) dan Masjid Agung Demak (1479),” kata Acep.

Syekh Quro, kata Acep, tiba bersama rombongan sahabatnya, di antaranya adalah Syekh Abdurahman dan Syekh Maulana Darugem atau Syekh Gentong. Para ulama tersebut datang menggunakan perahu dagang melalui Sungai Citarum dan berhenti di pertemuan Sungai Cibeet dan Citarum, yang merupakan pelabuhan Sundapura atau saat ini dikenal dengan Tanjungpura.

"Dahulu, Sungai Citarum bisa dilewati kapal-kapal besar. Penjelajah Portugis menyebut Karawang ini sebagai karavan karena antrean kapal-kapal besar. Syekh Quro berhenti di sana dan kemudian tidak jauh dari pelabuhan mendirikan Masjid Agung dan pesantren,” terangnya.

Saat dibangun, masjid ini berukuran 9x9 meter. Hingga saat ini sudah mengalami beberapa kali perombakan.

Bentuk Awalnya, menurut Acep, memiliki kesamaan dengan Masjid Agung Cirebon dan Demak, yakni pada bangunan joglo bertiang utama (saka guru) empat dan bentuk atap limas bersusun tiga undak. 

Dia menjelaskan, masjid ini pernah mengalami perombakan sebanyak tiga kali, di antaranya adalah pada zaman Bupati Adipati Singaperbangsa, Raden Mangku Tohir Mangkudijoyo, kemudian dibenahi kembali pada zaman Bupati Sumarno Suradi atas persetujuan para ulama dengan luas 2.230 meter.

“Insya Allah pada pemerintahan Bupati Cellica akan benahi ke depan, termasuk kompleks pemakamannya. Sehingga, nanti orang yang berdoa yang berziarah juga lebih representatif," tandasnya.

Wisata religi

Acep menambahkan, rencananya Pemkab Karawang akan menjadikan Masjid Agung Karawang sebagai salah satu destinasi wisata religi.

Baca juga: Ngabuburit di Pantai Losari, Senja di Balik Masjid Terapung dan Pesta Kuliner

Fasilitas masjid akan dibenahi, termasuk Alun-alun Karawang yang letaknya tepat di depan Masjid Agung Karawang. Bahkan, di halaman masjid, akan disediakan ruang publik bagi pecinta shalawat.

"Baik itu syekhermania (komunitas pecinta shalawat) maupun lainnya. Kita siapkan ruang untuk pentas hadroh dengan shalawat setiap malam minggu," tandasnya.

Kompas TV Masjid Jami di Kota Merauke, Papua adalah masjid tertua disana yang sudah berumur 78 tahun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X