Kompas.com - 29/05/2018, 12:53 WIB
Kompas TV Penggeledahan dilakukan setelah petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka, yang bertugas sebagai sponsor dan penampung.

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil menangkap Martinus Bulla Alias Semi Bulla, pelaku perdagangan orang di NTT.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengatakan, Semi ditangkap di kos-kosan di Jalan Legian Belakang Hotel Kumala, Pantai Kuta, Denpasar, Bali.

"Pada saat dilakukan penangkapan, Semi Bulla tidak dapat berbuat banyak dan selanjutnya dibawa ke Polsek Bandara Ngurah Rai Denpasar. Pelaku kita tangkap, Senin (28/5/2018) kemarin,"ungkap Jamari kepada Kompas.com, Selasa (29/5/2018).

Baca juga: Polri Ungkap Jaringan Perdagangan Orang ke Arab Saudi dengan 910 Korban

Pada saat melakukan penangkapan lanjut Jamari, dirinya bersama Kanit Tipidum Aipda Dominikus Lawek dan Briptu I Putu Eka Harta Gunawan serta didampingi anggota Polsek Kuta.

Setelah ditangkap, kata Jamari, pelaku selanjutnya dibawa ke Kupang hari ini.

Semi Bulla ditangkap karena terlibat kasus Perdagangan orang dengan korban Yuliana Kana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian itu bermula pada bulan April 2012, di Desa O'of, Kecamatan Kuatnana, TTS, pelaku Semi membujuk orang tua Yuliana Kana yang bernama Barnabas Kana untuk kerja di Malaysia.

Baca juga: Kisah TKW Lombok yang Selamat dari Sindikat Perdagangan Orang

Selanjutnya, korban dan orang tuanya dipertemukan dengan pelaku lainnya bernama Andi Kila, di rumahnya di Babau, Kabupaten Kupang.

Setelah itu, orang tua korban pulang ke rumah di Kuatnana dan diberikan uang sebesar Rp 1 juta oleh pelaku Andi Kila.

"Usai mendapat uang, Barnabas Kana pun tidak mendapat informasi keberadaan anaknya. Kemudian pada bulan Mei 2013 Barnabas Kana mendapat informasi bahwa anaknya telah meninggal di Malaysia," tuturnya.

Baca juga: LPSK: TKI Paling Rentan Jadi Korban Perdagangan Orang

Atas perbuatannya, Semi Bulla dijerat Pasal 2 ayat 1, Pasal 4 dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.

Selain ancaman pidana, Semi juga didenda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X