Bank Indonesia: Bahan Makanan Dominan Picu Inflasi di Bangka Belitung

Kompas.com - 29/05/2018, 00:43 WIB
Ilustrasi bahan panganKOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi bahan pangan

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Bahan makanan masih menjadi faktor dominan penyumbang inflasi di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Pangkal Pinang Tantan Heroika mengatakan, ikan, ayam potong dan telur, masuk dalam daftar sejumlah komoditas penyebab inflasi.

"Meskipun tidak signifikan seperti Ramadhan sebelumnya, beberapa bahan makanan tersebut masih kami perhitungkan," kata Tantan seusai menggelar buka puasa bersama awak media di Hotel Santika Bangka, Senin (28/5/2018).

Dia mengungkapkan, peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari pemerintah daerah serta kepolisian ikut menekan lonjakan harga tahun ini.

Baca juga: Kendalikan Inflasi dari Ujung Jari, Ganjar Pranowo Pamerkan SiHaTi

 

Bank Indonesia sendiri dengan menggandeng sejumlah BUMN juga menggelontorkan program budidaya tanaman pangan seperti beras dan cabai.

"Dengan koordinasi yang baik ini, kita bisa jaga harga kebutuhan pokok tidak akan bergerak terlalu tinggi," ujarnya.

Selain bahan kebutuhan pokok, permintaan tiket pesawat, kata Tantan, juga menyumbang angka inflasi. Dia berharap sinergi lintas instansi tetap terjaga dengan baik.

"Target pengendalian inflasi di angka 3,5 persen plus minus 1 persen selama 2018, insyaallah bisa dicapai," ujarnya.


Terkini Lainnya


Close Ads X