Licinnya Jejaring Perdagangan Ikan Asin Berformalin...

Kompas.com - 26/05/2018, 18:02 WIB
Uji laboratorium oleh Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menemukan kandungan formalin KOMPAS.comUji laboratorium oleh Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menemukan kandungan formalin

KULON PROGO, KOMPAS.com - Setiap menjelang bulan puasa, dan sepanjang bulan puasa, sejumlah instansi terkait di daerah selalu sibuk mengadakan pengawasan di pasar-pasar modern dan tradisional untuk menyisir keberadaan produk makanan-minuman yang tidak layak edar. 

Namun, tetap saja saban tahun ada pedagang atau produsen makanan dan minuman yang nakal, tetap memasarkan produk tidak layak edar seperti berformalin atau kedaluwarsa

Di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), petugas dinas terkait yang melakukan operasi pasar di salah satu pasar tradisional mendapati sejumlah ikan asin mengandung formalin

Kompas.com berbincang dengan sejumlah pejabat dinas setempat untuk mendapatkan gambaran peredaran produk berformalin yang terus menerus ada di wilayah Kulon Progo. 


Menurut Kepala Seksi Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo Lely Marwati, produsen ikan asin berformalin ini tidak tersentuh aparat hukum di Kulon Progo sebab mereka berasal dari Kulon Progo. 

Baca juga: 52 Jenis Jajanan Anak di Magelang Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) di Kulon Progo harus menjalin koordinasi berjenjang ke tingkat provinsi dan lintas provinsi untuk menekan peredaran produk berformalin tersebut. Koordinasi tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. 

"Karena pedagang itu kulakannya (membelinya) dari luar Kulon Progo," kata Lely, Jumat (25/5/2018).

Ia mencontohkan, para pedagang yang terjaring inspeksi mendadak (sidak) pasar mengaku mendapatkan ikan asin mengandung formalin dari pasar Beringharjo di Yogyakarta, atau dari Muntilan di Magelang, Jawa Tengah, atau di Kota Purworejo di Jawa Tengah.

"Tidak ada yang berasal dari Kulon Progo karena di sini tidak ada produsennya," kata Lely.

DKP Kulon Progo kemudian melanjutkan temuan itu ke DKP Provinsi DIY untuk menelusuri baik di dalam wilayah sendiri maupun lintas provinsi untuk menemukan produsen hingga penindakannya.

"Misal, ternyata yang dari Beringharjo itu datang dari Jawa Timur, DKP DIY berkoordinasi dengan DKP Jatim, seperti itu," kata Lely.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X