Mengenal Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, Akulturasi Budaya Minang-Bugis

Kompas.com - 24/05/2018, 19:25 WIB
Masjid Jami Bua, masjid tertua di Sulawesi Selatan yang merupakan akuliturasi budaya Minang-Bugis. Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran AmirMasjid Jami Bua, masjid tertua di Sulawesi Selatan yang merupakan akuliturasi budaya Minang-Bugis.

LUWU, KOMPAS.com - Kabupaten Luwu memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup monumental, salah satunya adalah Masjid Jami Bua.

Masjid ini terletak di Desa Tana Rigella, Kecamatan Bua. Masjid ini dibangun tahun 1594 masehi yang merupakan tonggak sejarah peradaban Islam di Sulawesi Selatan. Bahkan masjid ini pernah dibakar oleh tentara NICA pada zaman penjajahan.  

Masjid Jami Bua memiliki kekentalan budaya Minangkabau, Sumatera Barat dengan suku Bugis Sulawesi Selatan. Tak heran jika kekentalan budayanya tampak pada arsitektur bangunan Masjid, karena masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu, dibawa oleh seorang khatib asal Minang, yakni Datok Sulaiman, pada abad ke-15 Masehi.

Menurut budayawan dan sekaligus pemangku adat Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja, arsitektur Masjid Jami Bua sangat mirip dengan Minangkabau, Sumatera Barat.

“Arsitekturnya sangat mirip dengan Minangkabau, karena pembawa Islam pertama di Luwu ini asalnya dari Minangkabau, yaitu Datok Sulaiman bersama dua rekannya, yakni Datok Ditiro dan Datok Ribandang,” jelas Andi Syaifuddin Kaddiraja, Kamis (24/5/2018).      

Di Luwu, Agama Islam pertama kali diterima oleh Datu (Raja) Luwu bernama La Patiware pada abad yang sama dan dilanjutkan oleh putranya bernama Pati Pasaung dengan nama Islamnya adalah Sultan Abdullah.   

Baca juga: Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam
 
Masjid Jami Bua merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan dan sebagai salah satu situs sejarah Islam. Masjid Jami Bua adalah cikal bakal peradaban muslim di Sulawesi Selatan, bahkan sebagian kawasan timur Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Struktur bangunan

Masjid Jami Bua,  memiliki kubah segi empat,  berbalut cat warna putih dan hijau dengan menara di sisi kiri masjid.  

“Struktur bangunan secara keseluruhan terdiri dari tiga susun, mengikuti konsep rumah panggung.  Konsep tiga susun ini juga konsisten diterapkan pada bagian lainnya  seperti atap dan hiasannya yang terdiri dari tiga susun,” lanjut Andi Syaifuddin.

Selain itu, masjid ini memiliki lima kubah atau bahasa setempat disebut Coppo'. Tiga di antaranya adalah kubah utama dan sisanya kubah kecil. Jumlah lima Coppo’ ini menandakan hubungan manusia dan keesaan Allah.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.