Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

Kompas.com - 23/05/2018, 21:37 WIB
Masjid Besar Suruh di desa Suruh, Kecamatan Suruh, di Kabupaten Semarang berusia 202 tahun. KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIRMasjid Besar Suruh di desa Suruh, Kecamatan Suruh, di Kabupaten Semarang berusia 202 tahun.

UNGARAN, KOMPAS.com - Pecahnya Kesultanan Mataram menjadi dua wilayah, yakni Surakarta dan Yogyakarta, ternyata tidak memengaruhi geliat dakwah Islam di tanah Jawa kala itu.

Bahkan di masa-masa menjelang pecahnya Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro, sejumlah bupati di bawah Kasunanan Surakarta kala itu masih bisa menginisiasi berdirinya sejumlah masjid. Salah satunya adalah Masjid Besar Suruh di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Berdasarkan tarikh (sejarah) yang terdapat di sebuah piagam yang terpasang pada dinding masjid, Masjid Besar Suruh diresmikan pada Hari Ahad (Minggu) delapan belas hari, bulan Muharam tahun Bi Hijratan Nabi Shollahhu Alaihi Wasallam 1232 H atau bertepatan tahun 1816 Masehi.

Piagam beraksara Arab Pegon dan aksara Jawa itu "ditandatangani" oleh Kiai Mas Ngabehi AstraWijaya, salah seorang adipati Semarang di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

"Kiai Mas Ngabehi Astrawijaya dikenal oleh warga dengan nama Kiai Domo. Sesuai dalam piagam, masjid ini berdiri tahun 1816," kata Ketua Takmir Masjid Besar Suruh, Achmad Ma'mun (72), saat ditemui, Rabu(23/5/2018).

Baca juga: Bandung Kini Miliki Masjid Berbasis Full Digital

Meskipun Masjid Besar Suruh telah berusia lebih dari dua abad, namun hingga kini masih berdiri kokoh. Kita masih bisa menyaksikan dan merasakan kemegahan dan keindahan arsitektur masjid tersebut.

Atap berundak Masjid Besar Suruh di desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.KOMPAS.com/ SYAHRUL MUNIR Atap berundak Masjid Besar Suruh di desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Hal ini lantaran takmir dan masyarakat setempat sadar pentingnya melestarikan bangunan bersejarah.

"Semua bangunan ini masih asli, hanya di serambil yang baru," ujarnya.

Keberadaan Masjid Besar Suruh, katanya, saat ini telah masuk Benda Cagar Budaya dan sudah diregistrasi oleh badan yang berwenang untuk hal itu.

Oleh sebab itu, keaslian bangunan masjid hingga kini masih dipertahankan.

Jika diperhatikan, ciri khas masjid kuno ini bisa dilihat mulai dari atap berundak khas Masjid Agung Demak peninggalan Wali Songo. Kemudian umpak (alas) soko atau tiang utama masjid, mimbar hingga ornamen-ornamen kayu jati penghias pintu dan jendela.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Regional
Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tuna Rungu

Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tuna Rungu

Regional
2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

Regional
Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Regional
Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Regional
Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Regional
Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Regional
Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Regional
Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Regional
Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Regional
96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

96 Persen Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Lamongan Telah Terisi

Regional
Diduga Selundupkan Sabu, 2 WN Filipina Ditembak Polisi di Perairan Sebatik

Diduga Selundupkan Sabu, 2 WN Filipina Ditembak Polisi di Perairan Sebatik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X