Jadi Korban Investasi Bodong, 30 Wanita di Prabumulih Lapor Polisi

Kompas.com - 21/05/2018, 21:36 WIB
Dua orang ibu-ibu melapor ke penyidik Satreksrim Polres Prabumulih karena menjadi korban dugaan aksi penipuan bertajuk investasi modal dan arisan online yang dilakukan oleh pelaku SSD yang saat ini sudah kabur dari rumahnya KOMPAS.com/Amriza NursatriaDua orang ibu-ibu melapor ke penyidik Satreksrim Polres Prabumulih karena menjadi korban dugaan aksi penipuan bertajuk investasi modal dan arisan online yang dilakukan oleh pelaku SSD yang saat ini sudah kabur dari rumahnya

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Sejumlah ibu warga Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, mendatangi Mapolres Prabumulih, Senin (21/5/2018) siang.

Mereka melapor tindakan dugaan penipuan yang dilakukan seorang wanita berinisal SSD, warga Perumahan Griya Prabu Sejahtera, Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih, dengan modus investasi bodong dan arisan online.

Setiba di gedung Satreskim Polres Prabumulih, rombongan ibu itu secara bergiliran melaporkan tindakan wanita berinisal SSD itu sekaligus menunjukkan barang bukti berupa bukti transfer uang dan percakapan di media sosial terkait aksi penipuan dengan modus investasi.

Herlianti, salah seorang warga Jalan Padat Karya, Kecamatan Prabumulih Timur, Prabumulih, yang menjadi korban mengatakan, ia menderita kerugian sekitar Rp 60 juta untuk investasi modal dan Rp 17 juta untuk arisan online. Jika ditotal, ia mendeirta kerugian sebesar Rp 77 juta.

Baca juga: Puluhan Warga Mengamuk di Rumah Pemilik Investasi Bodong

Diceritakan Herlianti, awalnya ia tertarik mengikuti investasi modal dan arisan online dari pelaku karena dijanjikan keuntungan yang besar hingga jutaan rupiah dalam waktu singkat.

Ia pun menyetor uang dengan total Rp 77 juta secara bertahap. Namun hingga pelaku SSD kabur, Herlianti belum mendapat keuntungan. Bahkan modalnya pun dibawa kabur.

“Saya tertarik karena mendengar cerita dari teman-teman yang sudah ikut terlebih dahulu yang sudah berhasil dan mendapat keuntungan besar. Awalnya saya ditawari oleh pelaku untuk ikut investasi modal dengan menyetor uang secara bertahap hingga 60 juta rupiah hanya dalam beberapa hari. Saya juga ikut arisan online dan sudah menyetor uang sebesar 17 juta rupiah,” katanya.

Menurut Herlianti, setidaknya 35 orang yang sudah melapor ke Polres Prabumulih sejak kemarin dengan total kerugian mencapai Rp 2,4 miliar.

“Kemungkinan masih banyak ibu-ibu yang akan melapor dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya

Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Eriyadi membenarkan pihaknya menerima laporan sejumlah ibu-ibu yang menjadi korban dugaan penipuan investasi bodong. Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh penyidik Satreskrim Polres Prabumulih.

“Pelaku berinisal SSD saat ini sudah kabur besama suaminya. Modus pelaku adalah menawarkan investasi modal dan arisan online dengan menjanjikan keuntungan sebesar 20 persen dari modal dalam jangka waktu 15 hari,” katanya.

Baca juga: Ratusan Orang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 111 Miliar

Eriyadi menambahkan, pelapor sebanyak 35 orang. Tiga di antaranya adalah istri anggota polisi.

Eriyadi tidak menampik kemungkinan pelapor akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X