Kompas.com - 15/05/2018, 16:05 WIB
Ki Enthus Susmono saat sedang mendalang bersama Ki Manteb Soedharsono dan Ki Joko Edan dalam pentas wayang satu kelir tiga dalang di Taman Rakyat Slawi Ayu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/1) malam. Pertunjukan wayang malam itu tidak sekadar menghibur dan memberikan pertunjukan wayang kepada masyarakat. Pergelaran wayang tiga dalang dalam satu kelir tersebut menjadi momentum awal dimulainya kebersamaan masyarakat dalam pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan Bupati Enthus Susmono.

 *** Local Caption *** Ki Enthus Susmono saat sedang mendalang bersama Ki Manteb Soedharsono dan Ki Joko Edan, dalam pentas wayang satu kelir tiga dalang di Taman Rakyat Slawi Ayu, di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/1) malam. Pertunjukkan wayang malam itu tidak sekedar menghibur dan memberikan pertunjukkan wayang kepada masyarakat. Pagelaran wayang tiga dalang dalam satu kelir tersebut menjadi momentum awal dimulainya kebersamaan masyarakat dalam pemerintahan yang baru, di bawah pimpinan bupati Enthus Susmono. 

Kompas/Siwi Nurbiajanti (WIE)
09-01-2014 KOMPAS/SIWI NURBIAJANTIKi Enthus Susmono saat sedang mendalang bersama Ki Manteb Soedharsono dan Ki Joko Edan dalam pentas wayang satu kelir tiga dalang di Taman Rakyat Slawi Ayu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/1) malam. Pertunjukan wayang malam itu tidak sekadar menghibur dan memberikan pertunjukan wayang kepada masyarakat. Pergelaran wayang tiga dalang dalam satu kelir tersebut menjadi momentum awal dimulainya kebersamaan masyarakat dalam pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan Bupati Enthus Susmono. *** Local Caption *** Ki Enthus Susmono saat sedang mendalang bersama Ki Manteb Soedharsono dan Ki Joko Edan, dalam pentas wayang satu kelir tiga dalang di Taman Rakyat Slawi Ayu, di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/1) malam. Pertunjukkan wayang malam itu tidak sekedar menghibur dan memberikan pertunjukkan wayang kepada masyarakat. Pagelaran wayang tiga dalang dalam satu kelir tersebut menjadi momentum awal dimulainya kebersamaan masyarakat dalam pemerintahan yang baru, di bawah pimpinan bupati Enthus Susmono. Kompas/Siwi Nurbiajanti (WIE) 09-01-2014

SEMARANG, KOMPAS.comDalang kondang yang juga Bupati Tegal nonaktif Enthus Susmono meninggal dunia pada Senin (14/5/2018) malam.

“Bagi saya, Enthus itu dalang yang kreatif, dalang yang reformis," ujar mantan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Zastro Ngatawi, Selasa (15/5/2018).

"Dia melakukan inovasi pewayangan dan mengaktualisasikan cerita pewayangan menjadi cerita yang bermakna,” tambahnya.

Zastro mengaku, dunia kesenian sangat kehilangan sosok Enthus. Apalagi, kemampuan berwayangnya sulit dimiliki dalang lain.

Baca juga: Ki Enthus Meninggal, Bagaimana dengan Pilkada Tegal?

Bupati yang dilantik pada 2014 itu dinilai berhasil mengintegrasikan kemampuan mendalang dengan pemahaman agama Islam. Enthus juga berhasil berinovasi dalam kesenian dalang. 

“Beliau juga pendalaman materinya bagus, karena sering bertanya kepada para ulama. Seperti Gus Mus, bahkan ke Kajen,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami sangat kehilangan seorang budayawan besar. Beliau mengintegrasikan agama, ibadah, budaya, dan kebangsaan. Dia juga lintas batas, semua anak muda, tua, senang dengan ceramahnya,” tambah budayawan NU ini.

Zastro bersahabat dengan Enthus saat bersama-sama di Lesbumi. Pertemuan terakhir terjadi pada pentas di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Februari 2018.

Dari pentas bersama itu, Zastro kembali menguatkan bahwa jiwa sosial bupati nyentrik itu sangat tinggi. Dedikasi pada kesenian juga sangat tinggi.

Baca juga: Bupati Grobogan: Ki Enthus Selalu Mengocok Perut Para Bupati

“Untuk mencari penerus Enthus tidak mudah, terutama dengan kualifikasi yang dipunyai, karena beliau adalah dalang yang komplit, beliau mau terus belajar, menguasai tasawuf, kesenian. Sosoknya langka di Indonesia,” tandasnya.

Ki Enthus Susmono meninggal diduga akibat serangan jantung di Rumah Sakit di Slawi.

Ki Enthus berstatus bupati nonaktif karena tengah menjalani cuti kampanye saat memutuskan maju untuk kedua kalinya di Pilkada Kabupaten Tegal 2018. 

Kompas TV Ki Enthus rencananya maju untuk periode kedua, namun ternyata, ajal lebih dulu tiba. Ki Enthus meninggal dunia Senin (14/5) Pukul 19.10 WIB.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.