Pelempar Molotov dalam Demo Hari Buruh di Yogyakarta Dinonaktifkan dari Studinya

Kompas.com - 04/05/2018, 20:56 WIB
Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma (Mengenakan baju warna biru) dan   Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma (USD) F.X. Ouda Teda Ena dalam jumpa pers di  Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 Gedung Pusat Kampus 2 USD Mrican KOMPAS.com / Wijaya KusumaRektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma (Mengenakan baju warna biru) dan Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma (USD) F.X. Ouda Teda Ena dalam jumpa pers di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 Gedung Pusat Kampus 2 USD Mrican

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — AM (24), tersangka kericuhan aksi buruh di Simpang Tiga UIN Yogyakarta dinonaktifkan dari studinya di Universitas Sanata Dharma (USD).

Civitas Akademika Universitas Sanata Dharma (USD) menyampaikan permintaan maaf karena salah satu mahasiswanya terlibat.

Rektor USD Yogyakarta, Johanes Eka Priyatma, mengatakan, dari 12 tersangka, satu di antaranya mahasiswa USD.

"Kami mencari informasi dan sudah mendapat kepastian. Inisialnya AM, angkatan 2016," ujar Johanes Eka Priyatma dalam jumpa pers, Jumat (4/5/2018).

Baca juga: Tersangka Aksi Demo Hari Buruh yang Ricuh di Yogyakarta Bertambah Jadi 12 Orang

Eka menyampaikan, USD menyesalkan tindakan anarkistis pada demonstrasi 1 Mei 2018. USD juga menyesalkan salah satu mahasiswanya terlibat dalam tindakan anarkistis tersebut.

"Kami seluruh Civitas Akademika Universitas Sanata Dharma memohon maaf kepada semua pihak, baik masyarakat, instansi pemerintah, dunia usaha, dan pihak-pihak lain yang dirugikan karena tindakan itu," ujarnya.

Ia menyerahkan kasus mahasiswanya kepada proses hukum. Selain itu, pihaknya juga menonaktifkan status studi AM.

"Kami menonaktifkan status studi mahasiswa tersebut. Dinonaktifkan artinya tidak diberikan kewajiban mengikuti perkuliahan," urainya.

Baca juga: Polisi Sebut Ada Auktor di Balik Ricuhnya Aksi Hari Buruh di Yogyakarta

Terkait tindakan selanjutnya terhadap AM, pihaknya akan mengambil kebijakan setelah ada putusan dari pengadilan.

"Tindakan kami selanjutnya ditentukan berdasarkan ketentuan, kode etik, serta nilai-nilai dasar dan peraturan akademik USD, tetapi setelah nantinya ada putusan dari pengadilan," ujarnya.

Polda DIY menetapkan 12 tersangka dalam peristiwa aksi demo hari buruh di Simpang Tiga UIN yang berakhir ricuh.

Dari 12 tersangka, 11 orang berstatus mahasiswa, salah satunya AM. Mahasiswa berusia 24 tahun ini melempar molotov ke Pos Polisi Lalulintas yang ada di Simpang Tiga UIN. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X