Tersangka Aksi Demo Hari Buruh yang Ricuh di Yogyakarta Bertambah Jadi 12 Orang - Kompas.com

Tersangka Aksi Demo Hari Buruh yang Ricuh di Yogyakarta Bertambah Jadi 12 Orang

Kompas.com - 03/05/2018, 16:23 WIB
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto dan Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo saat jumpa pers terkait penetapan 12 tersangka aksi demo buruh yang berakhir ricuh di Yogyakarta, Kamis (3/5/2018). KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto dan Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo saat jumpa pers terkait penetapan 12 tersangka aksi demo buruh yang berakhir ricuh di Yogyakarta, Kamis (3/5/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah tersangka dalam aksi demo hari buruh di simpang tiga Universitas Islam Negeri ( UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1 Mei 2018 yang berakhir ricuh kembali bertambah sebanyak 9 orang.

Dengan demikian, total jumlah tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi 12 orang.

Sebelumnya pada Rabu (02/05/2018) Polda DIY berdasarkan alat bukti yang ada menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

"Perkembangan terbaru bahwasanya Polda DIY telah menetapkan 12 orang menjadi tersangka," ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (03/05/2018)

Yuliyanto menuturkan, dari 12 yang telah ditetapkan tersangka tersebut, sebanyak delapan orang telah dilakukan penahanan. Sedangkan empat tersangka lainya tidak dilakukan penahanan.

Baca juga : Demo Peringati Hari Buruh di Yogyakarta Ricuh, Polisi Minta 10 Pelaku Serahkan Diri

"Para tersangka ini (merupakan mahasiswa) dari berbagai macam perguruan tinggi di Yogyakarta, namun asalnya bukan dari Yogyakarta," ujar dia.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menambahkan, penyidikan dilakukan secara maraton berdasarkan alat bukti serta keterangan saksi yang ada.

Sebelumnya juga dilakukan gelar perkara atas beberapa orang yang diamankan, yakni sejumlah 69 orang.

"Setelah kami cocokan dengan alat bukti yang ada maka kami menetapkan 12 orang sebagai tersangka dengan berbagai peran masing-masing sesuai dengan apa yang dilakukan pada saat peristiwa itu terjadi," ucapnya.

Alasan Penahanan

Kombes Pol Hadi Utomo menambahkan, pihaknya menahan delapan tersangka sebab ditakutkan mereka akan mengulangi perbuatannya dan mempersulit penyidikan.

Delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan yakni AM (24), mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) yang melakukan pelemparan molotov ke pos Polisi Lalulintas. 

Kemudian MC (25), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga sebagai koordinator umum aksi. 

Baca juga : Satu Peserta Aksi Demo Hari Buruh di Yogyakarta Positif Gunakan Narkoba

Lalu MI (22), mahasiswa UIN Sunan Kalijaga sebagai pemukul papan seng pos Polisi. WAP (24), mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang menendang water barier. 

Lalu ZW (22), mahasiswa UII yang mematahkan rambu lalulintas. EA (22), mahasiswa Mercubuana yang menyeret payung Polantas ke tengah jalan dan memukul pos Polisi, dan AMH (20), mahasiswa UII yang memukul pos polisi dengan kayu, melempar petasan dan mematahkan rambu lalulintas.

Selain itu satu tersangka yakni BV (25), merupakan tukang sablon yang diketahui positif menggunakan narkoba dari tes urine. Dalam perkembangan penyidikan, BV juga melakukan pelemparan molotov ke pos Polisi Lalulintas dan sepeda motor Polantas.

Sementara empat tersangka yang tidak dilakukan penahanan yakni MS, RAP, MA dan HSB. Mereka tidak ditahan karena memang perkaranya atas pasal 406, jadi tidak bisa dilakukan penahanan dengan ancaman hukuman 2 tahun.

"Kami yakin empat orang ini tidak mengulangi perbuatannya, tidak melarikan diri dan tidak akan mempersulit penyidikan," tegasnya.

Baca juga : Demo Peringati Hari Buruh di Simpang Tiga UIN Ricuh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Dari 12 orang terangka, lanjutnya, tersangka utama berinisial MC. Tersangka ini merupakan koordinator umum aksi demo.

"Tersangka yang utama saudara MC, kalau dibilang dalang juga bukan karena kami tidak mengenal istilah dalang. Keberadaan atau kegiatan yang berakhir ricuh, koordinator umumnya saudara MC," ungkap Kombes Pol Hadi Utomo.

Perkembangan selanjutnya, kemungkinan berkas perkara akan dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada minggu depan agar segera dilakukan pemeriksaan.

Kompas TV Demo hari buruh yang dilakukan mahasiswa di Yogyakarta berakhir ricuh. Satu pos polisi rusak.



Terkini Lainnya

Penembakan di Bank Florida, Pelaku Telepon Polisi Usai Tewaskan 5 Orang

Penembakan di Bank Florida, Pelaku Telepon Polisi Usai Tewaskan 5 Orang

Internasional
WFP: Terorisme Subur Tanpa Ketahanan Pangan dan Pendidikan yang Baik

WFP: Terorisme Subur Tanpa Ketahanan Pangan dan Pendidikan yang Baik

Internasional
TKN Jokowi-Ma'ruf Persilakan Bawaslu Usut Pembelian Sabun Rp 2 Miliar

TKN Jokowi-Ma'ruf Persilakan Bawaslu Usut Pembelian Sabun Rp 2 Miliar

Nasional
Angkasa Pura II Sediakan 'Vending Machine' bagi Pengguna Bus Bandara Soekarno-Hatta

Angkasa Pura II Sediakan "Vending Machine" bagi Pengguna Bus Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Arab Saudi Akan Gelar Festival Lari Dikejar Banteng Ala Spanyol

Arab Saudi Akan Gelar Festival Lari Dikejar Banteng Ala Spanyol

Internasional
Polisi Inggris Gelar Operasi untuk Selamatkan Seekor 'Gerbil Lapar'

Polisi Inggris Gelar Operasi untuk Selamatkan Seekor "Gerbil Lapar"

Internasional
Jaksa Bantah Eksepsi Hakim Merry Purba soal Tak Punya Bukti Permulaan

Jaksa Bantah Eksepsi Hakim Merry Purba soal Tak Punya Bukti Permulaan

Nasional
Polisi Sebut 6 Tersangka Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya

Polisi Sebut 6 Tersangka Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya

Regional
[HOAKS] Surat Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan PNS oleh BKN

[HOAKS] Surat Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan PNS oleh BKN

Nasional
Moderator Debat Kedua Pilpres Ditentukan Jumat Besok

Moderator Debat Kedua Pilpres Ditentukan Jumat Besok

Nasional
Penyetaraan Gaji Perangkat Desa Diterapkan Paling Lambat Maret 2019

Penyetaraan Gaji Perangkat Desa Diterapkan Paling Lambat Maret 2019

Nasional
Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Boks di Jalan Daan Mogot

Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Boks di Jalan Daan Mogot

Megapolitan
Dijemput di Lapas Porong, Tersangka Mafia Bola Diperiksa di Mapolda Jatim

Dijemput di Lapas Porong, Tersangka Mafia Bola Diperiksa di Mapolda Jatim

Regional
Arsul Sani: Kita Sama-sama Tahu, Tahun 2014 PPP Usung Prabowo-Hatta

Arsul Sani: Kita Sama-sama Tahu, Tahun 2014 PPP Usung Prabowo-Hatta

Nasional
Kalapas Cipinang Terkesan dengan Sikap Ahok Selama Jadi Narapidana

Kalapas Cipinang Terkesan dengan Sikap Ahok Selama Jadi Narapidana

Megapolitan

Close Ads X