Asma Kambuh, Pendaki Gunung Gede Pangrango Dipulangkan dengan Ambulans

Kompas.com - 23/04/2018, 05:58 WIB
Siti Mulyati (tengah) di dalam ambulans PMI Kabupaten Sukabumi sesaat sebelum meninggalkan Resor Selabintana, Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/4/2018) malam. KOMPAS.com/BUDIYANTOSiti Mulyati (tengah) di dalam ambulans PMI Kabupaten Sukabumi sesaat sebelum meninggalkan Resor Selabintana, Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/4/2018) malam.


SUKABUMI, KOMPAS.com - Seorang pendaki Gunung Gede Pangrango, Siti Mulyati (17), mengaku penyakit asmanya kambuh saat tiba di Resor Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/4/2018) petang.

Akhirnya warga Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, itu dievakuasi dengan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi ke rumahnya pada Minggu malam.

Perempuan ini mendaki Gunung Gede bersama 18 orang lainnya.

Belasan orang dari berbagai daerah di Kabupaten Sukabumi ini masuk dari Resor Gunungputri, Kabupaten Cianjur, Sabtu (21/4/2018), dan turun melalui jalur Selabintana, Minggu (22/4/2018) petang.

Sepanjang perjalanan turun, rombongan ini diguyur hujan deras.

"Ya, penyakit asma kambuh lagi. Tadi pas turun kehujanan," aku Siti sesaat sebelum meninggalkan Resor Selabintana, kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH), Desa Perbawati, Minggu malam.

Baca juga: Puluhan Pendaki Masuk Gede Pangrango Secara Ilegal, Satu Dievakuasi

Saat diperiksa oleh petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resor Selabintana, siti bersama 18 teman satu komunitasnya itu diduga tidak mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) dengan lengkap.

Belasan pendaki gunung pemula ini akan mengikuti program pembinaan. Rencananya akan dilaksanakan pada Senin (23/4/2018). Saat ini, mereka masih berada di Resor Selabintana.

"Ada izinnya. tapi mungkin ada kekurangan sedikit-sedikit," kata Kepala Resor Selabintana, Dadi Haryadi, saat ditemui di kantor Resor Selabintana, Minggu malam.

Menurut dia, proses pembuatan Simaksi dengan sistem baru ini mulai diberlakukan sejak 1 April 2018.

Tentunya masih banyak calon pengunjung wisata minat khusus pendakian yang belum mengetahui lengkapnya.

"Yang namanya aturan pasti ada kelemahannya juga dan masyarakat ada ketidaktahuan. Makanya, aturan baru ini akan terus disosialisasikan," pungkas dia.

Baca juga: Gunung Gede Pangrango Segera Dibuka, Ini Syarat Baru untuk Pendaki

Kompas TV Saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Regional
Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Regional
TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

Regional
Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Regional
Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X