Puluhan Pendaki Masuk Gede Pangrango Secara Ilegal, Satu Dievakuasi

Kompas.com - 16/04/2018, 14:51 WIB
Sejumlah anggota Volunteer Panthera bersama komunitas Minimus mengevakuasi seorang pendaki perempuan di jalur Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/4/018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah anggota Volunteer Panthera bersama komunitas Minimus mengevakuasi seorang pendaki perempuan di jalur Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/4/018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pengunjung wisata minat khusus pendakian gunung Gede Pangrango disinyalir masih banyak yang masuk tanpa mengantongi surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) bahkan ilegal.

Padahal, sejak 1 April 2018, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah memberlakukan sistem baru yaitu pengambilan Simaksi di pintu masuk pada hari keberangkatan.

Seperti halnya yang keluar di Resor Selabintana, Pondok Halimun, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/4/2018) tercatat sekitar 100 pengunjung tidak sesuai prosedur dan ilegal.

Berdasarkan data Resor Selabintana, Balai Besar TNGGP, pengunjung yang masuk dari Resor Cibodas dan keluar Resor Selabintana tidak sesuai prosedur yaitu sebanyak 60 orang. Mereka dari Komunitas Minimus Sukabumi dan 7 orang dari Jampang Tengah, Sukabumi.

(Baca juga : Gunung Gede Pangrango Segera Dibuka, Ini Syarat Baru untuk Pendaki)

Serta dilaporkan sebanyak 33 orang masuk secara ilegal atau tanpa izin. Mereka masuk melalui jalur tidak resmi di wilayah Resor Selabintana. Puluhan orang ini mengaku sebagai peziarah berasal dari Desa Sudajayagirang, Sukabumi.

''Mereka masuk mendaki gunung Gede Pangrango tidak sesuai prosedur dan ilegal. Bahkan satu pesertanya harus kami evakuasi, karena sakit,'' kata Kepala Resor Selabintana, Dadi Haryadi kepada Kompas.com, Senin (16/4/2018).

Menurut dia, Komunitas Minimus ini menggelar open trip pendakian Gunung Gede Pangrango, masuk dari Resor Cibodas dan turun ke Resor Selabintana. Para peserta berasal dari berbagai daerah di kota dan Kabupaten Sukabumi.

''Mereka masuk tidak sesuai prosedur. Karena tidak menukarkan validasi atau bukti transfer menjadi Simaksi dan tidak memeriksakan kesehatan saat hari keberangkatan,'' ujar dia.

''Masuk di Resor Cibodas sebelum waktunya, di antara puluhan peserta harusnya masuk pada tanggal 15 April, namun mereka masuk tanggal 14 April. Juga mereka masuk pada Sabtu sekitar pukul 05:30 WIB,'' sambungnya.

(Baca juga : 1 April, Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka)

Dadi menuturkan, atas perbuatannya, beberapa orang panitia Komunitas Minimus mendapatan sanksi berupa pembinaan, dengan harapan ke depan tidak mengulangi perbuatannya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Regional
PSBB Transisi Diperpanjang di Ambon, Wali Kota: Kita Belum Zona Kuning

PSBB Transisi Diperpanjang di Ambon, Wali Kota: Kita Belum Zona Kuning

Regional
Keraton Yogyakarta Ragu dengan Jumlah Emas Diklaim Trah HB II Telah Dijarah Inggris

Keraton Yogyakarta Ragu dengan Jumlah Emas Diklaim Trah HB II Telah Dijarah Inggris

Regional
Soal Tes Massal Covid-19, Ganjar Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Takut Soal Citra

Soal Tes Massal Covid-19, Ganjar Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Takut Soal Citra

Regional
Cegah Covid-19, Wagub NTB Minta Kepala Daerah Lebih Masif Lakukan Tracing

Cegah Covid-19, Wagub NTB Minta Kepala Daerah Lebih Masif Lakukan Tracing

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X