Diserang Kampanye Hitam, Sudirman Said Bilang Biarkan Saja

Kompas.com - 19/04/2018, 11:34 WIB
Calon Gubernur Jateng Sudirman Said KOMPAS.com/NAZAR NURDINCalon Gubernur Jateng Sudirman Said

SEMARANG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dan wakilnya, Ida Fauziyah mulai diserang kampanye hitam melalui spanduk provokatif di berbagai daerah.

Spanduk tersebut bertuliskan "Tegakkan Jateng Berkhilafah dengan memilih Sudirman Said-Ida Fauziyah menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah Periode 2018-2023".

Tim menemukan spanduk-spanduk itu di wilayah Pantura Barat, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Pekalongan.

"Sudah biarin saja. Masyarakat sekarang sudah lebih kritis. Yang mainnya fitnah nanti lama-lama dihukum masyarakat,” ujar Sudirman di Semarang, Kamis (19/4/2018).

Sudirman memilih cuek dengan serangan kampanye hitam kepada dirinya. Ia justru yakin bahwa calon kepala daerah yang berusaha memberikan pendidikan politik justru akan mendapat tempat di hati masyarakat.

Baca juga : Sudirman Said Janji Cabut Program Sekolah 5 Hari di Jateng

Kendati demikian, mantan menteri ESDM ini meminta agar para pihak tidak menggunakan upaya fitnah atau kampanye hitam sebagai cara berpolitik. Jika itu dilakukan masyarakat tentu menjadi korban dengan informasi yang tidak benar.

“Yang mainnya mendidik, menyebarkan kebaikan, Insy Allah akan mendapat tempat di hati masyarakat,” tambahnya.

Baca juga : Beda Sikap Sudirman Said dan Ganjar Pranowo soal Kartu Tani...

Lebih lanjut, Sudirman merasa cuek karena meyakini masyarakat Jateng sudah cerdas memilah informasi. Masyarakat tentu akan memilih program terbaik yang ditawarkan para calon.

"Masyarakat sudah cerdas. Yang memberi program terbaik dan meyakinkan masyarakat pasti akan unggul," paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X