Kompas.com - 31/03/2018, 13:14 WIB
Belasan ABK Kapal kargo batu bara yang sempat disambar api dalam insiden munculnya api di laut Balikpapan, Sabtu (31/3/2018), panik di dalam pos Polisi Pelabuhan Speed Kampung Baru Balikpapan Barat, Kalimantan Timur. Tribun Kaltim/Muhammad Fachri RamadhaniBelasan ABK Kapal kargo batu bara yang sempat disambar api dalam insiden munculnya api di laut Balikpapan, Sabtu (31/3/2018), panik di dalam pos Polisi Pelabuhan Speed Kampung Baru Balikpapan Barat, Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Api dan asap hitam yang membumbung tinggi diduga datang dari perairan di sekitar Dermaga Telaga Emas, Balikpapan Barat, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/3/2018).

Belasan ABK dari kapal kargo batu bara yang sempat disambar api dalam insiden munculnya api dan asap hitam di laut Balikpapan masih panik di dalam pos Polisi Pelabuhan Speed Kampung Baru Balikpapan Barat. Mereka panik karena dua rekannya hingga kini tak diketahui keberadaannya.

Di ruang pos polisi 4x5 meter tersebut terdapat 18 ABK.Tubuh mereka basah kuyup. Pelampung keselamatan bertebaran di dekat pintu masuk pos polisi.

(Baca juga: Ada Minyak Tumpah di Perairan Balikpapan Sebelum Api dan Asap Muncul)

Mayoritas ABK yang mengenakan pakaian berwarna oranye tersebut berbincang serius dengan menggunakan bahasa mandarin. Belakangan diketahui, mereka merupakan ABK Kapal kargo batu bara bernama Ever Judger yang lego jangkar di perairan Teluk Balikpapan.

Total awak kapal berjumlah 20 orang. Semuanya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Adi (21), salah seorang motoris yang ikut mengevakuasi ABK mengatakan, dirinya kaget melihat api tiba-tiba muncul di air lalu menjalar mendekati kapal-kapal yang lego jangkar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pun bersama rekan-rekannya mendatangi lokasi kejadian karena menduga ada pekerja yang berada di dalam kapal. Benar saja, saat speedboat yang dikendarainya mendekat, dia melihat belasan ABK satu per satu melompat ke laut dengan pelampung melingkar di badannya.

Kontan dia bersama motoris lainnya langsung menghampiri para awak kapal, lalu mengangkat tubuh mereka ke atas speedboat.

(Baca juga: Api dan Asap Membumbung di Balikpapan, Wali Kota Imbau Warga Tak Panik)

ABK kapal asal Tiongkok tersebut langsung dibawa ke pos polisi pelabuhan speedboat Kampung Baru.

"Kata kaptennya 20 awak. Ini yang bisa kami evakuasi 18 orang. Dua orang yang hilang," kata Adi.

Satu ABK yang berhasil mereka selamatkan mengalami luka bakar serius dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Bagian belakang kapal sempat dilalap api. Satu orang luka bakar. Nah, dua orang ini masih belum tahu tenggelam atau dievakuasi tapi entah dibawa ke mana," katanya.


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Lihat Api Menjalar di Laut Balikpapan, Belasan WNA Asal Tiongkok Lompat dari Kapal Kargonya



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X