Kakek Terpidana Mati Asal Malaysia Kendalikan Pengiriman Sabu ke Indonesia - Kompas.com

Kakek Terpidana Mati Asal Malaysia Kendalikan Pengiriman Sabu ke Indonesia

Kompas.com - 14/03/2018, 22:11 WIB
Ong Bok Seong (70) terpidana mati kasus narkoba yang menjadi pengendali peredaran narkoba dari Malaysia ke Indonesia saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolda Kalbar (14/3/2018).Dok Polda Kalbar Ong Bok Seong (70) terpidana mati kasus narkoba yang menjadi pengendali peredaran narkoba dari Malaysia ke Indonesia saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolda Kalbar (14/3/2018).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Seorang terpidana mati kasus narkoba Ong Bok Seong (70) menjadi pengendali peredaran narkoba dari dalam Lapas Klas II A, Pontianak, Kalimantan Barat.

Keterlibatan pria lanjut usia yang merupakan warga negara Malaysia ini terungkap setelah Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalbar melakukan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana narkoba pada tiga lokasi berbeda pada Senin (12/3/2018).

Kepala Polda Kalbar, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono mengungkapkan, setelah ditelusuri, ternyata peredaran narkoba tersebut dikendalikan oleh lansia terpidana mati kasus narkoba.

Ia bekerja bersama seorang terpidana lainnya, Darmansyah, yang juga mendekam di Lapas.

“Warga negara Malaysia ini kalau kita lihat umurnya sudah 70 tahun, sudah tua. Di sel pun karena narkoba, pernah ditembak, tapi masih juga,” kata Didi dalam ungkap kasus di Mapolda Kalbar, Rabu (14/3/2018).

(Baca juga : Edarkan Narkoba, Seorang PNS Kemenkumham Dibekuk Polisi )

Didi menambahkan, dari penangkapan di tiga lokasi tersebut, tersangka yang ditangkap di antaranya berinisial GJ, WS, MK, dan GN.

Penangkapan para pelaku tersebut berawal ketika polisi memberhentikan sebuah mobil Dump Truck yang dikendarai GJ dan WS di Jalan Dusun Simpang Tanjung, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Senin lalu.

Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap mobil tersebut, polisi menemukan lima kantong berisi sabu seberat 5 kilogram yang dikemas di dalam tas dilapisi karung. Barang tersebut kemudian disimpan di belakang kursi sopir.

“Dari hasil interograsi bahwa GJ mengaku mendapatkan sabu tersebut dari MK," ujar Didi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menyuruh GJ menghubungi MK dan melakukan pertemuan di Jalan Raya Kembayan, Simpang Balai Sebut, Kabupaten Sanggau.

(Baca juga : Polisi Bawa Kabur Tahanan Narkoba, Kapolsekta Dicopot )

Setelah MK datang, polisi meringkusnya serta mengamankan barang bukti satu buah Blackberry warna hitam.

GJ kemudian diminta untuk menghubungi bos yang ada di Pontianak memberitahu kan jika dia sudah tiba di Pontianak dan melakukan pertemuan di Jalan Trans Kalimantan, Bundara Tugu Alianyang.


"Setelah itu datang tersangka GN menemui GJ yang kemudian menyerahkan lima kantong yang berisi diduga sabu kepada GN," jelas Didi.

Berdasarkan pengakuan GN, sabu tersebut dipesan oleh Darmansyah dari Lapas dan yang membiayai transaksi adalah Ong Bok Seong.

Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Berita Populer: Rumah Termahal di Dunia, hingga Komentar Mahathir

Internasional
Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Kubu Jokowi-Ma'ruf Klaim Banyak Adopsi Visi-Misi Gus Dur

Nasional
Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Belasan Anak di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kejahatan Seksual

Regional
Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Rotasi Pejabat di DKI, PNS Dapat Jabatan Lagi dan Plt Tambah Banyak

Megapolitan
Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Menengok Fasilitas Penginapan Atlet Asian Para Games di Kemayoran

Megapolitan
Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Para Inisiator Hak Angket DPR Kembali Ungkit Kasus Century

Nasional
7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

7 Suporter Tewas di Balik Laga Persib Vs Persija, Bobotoh dan JakMania Harus Belajar

Regional
4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan SMK I PGRI, 2 Meninggal hingga Berwisata ke Bali

Regional
Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video 'Sengaja' Diedit

Bantahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Tidak Tega Menampar Suporter hingga Video "Sengaja" Diedit

Regional
Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Seorang Kakek Diduga Cabuli Teman Cucunya di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Fakta-fakta soal Penerobosan Rombongan Mobil Presiden di Tol Cimanggis

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Pendaftaran CPNS 2018 Dimulai Hari Ini, Sudah Siap?

Nasional
Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Bantu Keluarga Miskin, Seorang Polisi di Bengkulu Kumpulkan Sampah

Regional
Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Politisi PSI: Bung Fadli Zon, Kreativitas Ada Batasnya....

Nasional
Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Kejagung Kembali Jadwalkan Pemeriksaan Alex Noerdin dalam Kasus Dana Bansos Sumsel

Nasional
Close Ads X