TB Hasanudin: Soal Elektabilitas, Pendapat Rakyat yang Saya Tanya - Kompas.com

TB Hasanudin: Soal Elektabilitas, Pendapat Rakyat yang Saya Tanya

Kompas.com - 14/03/2018, 18:03 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat TB Hasanudin (kiri) dan Anton Charliyan menyampaikan visi dan misi saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). Debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur Jabar tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM, dan infrastruktur.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat TB Hasanudin (kiri) dan Anton Charliyan menyampaikan visi dan misi saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). Debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur Jabar tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM, dan infrastruktur.

BOGOR, KOMPAS.com - Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dan Anton Charliyan berada di peringkat paling bawah dalam survei yang dirilis Litbang Kompas, Rabu (14/3/2018).

Menanggapi hal itu, Hasanuddin mengatakan, dia menghargai setiap survei politik yang digelar, namun yang terpenting baginya adalah pendapat warga yang langsung ditemuinya.

"Soal elektabilitas, kalau pendapat rakyat yang saya tanya, (pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan) itu yang dikehendaki. Tapi kalau pendapat survei politik, ya bedalah," kata Hasanudin saat berkampanye ke wilayah Kota Bogor, Rabu (14/3/2018).

(Baca juga: Survei "Kompas": Pilkada Jawa Barat, Elektabilitas Deddy-Dedi 42,8 Persen, Ridwan-Uu 39,9 Persen)

Dalam survei Pilkada Jawa Barat yang dipublikasikan Litbang KOMPAS, pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sementara masih hanya dipilih 3,1 persen responden.

Di peringkat pertama, ada pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 42,8 persen suara, diikuti pasangan Rindu atau Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul dengan 39,9 persen, serta pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan 7,8 persen.

Sebelumnya, lembaga survei Cyrus Network juga mengeluarkan survei elektabilitas yang dipaparkan Senin (5/2/2018).

Survei itu menunjukkan elektabilitas pasangan Hasanah (TB Hasanudin-Anton Charliyan) paling rendah dengan tingkat keterpilihan 2,5 persen.

Hasan mengatakan, dalam debat kemarin, dia sudah menyampaikan program yang dinilainya sudah mewakili keinginan masyarakat secara keseluruhan.

"Saya sudah berbicara langsung menyentuh kebutuhan rakyat (dalam acara debat). Saya terheran-heran ada 1,8 juta rakyat Jabar yang menganggur. Saya akan memangkas pengangguran itu separuhnya. Bisa? Ya bisa," ujarnya.

(Baca juga: Survei "Kompas": Deddy Mizwar Unggul di Karawangan dan Cirebonan, Ridwan Kamil di Bandung Raya dan Priangan Timur)

Begitu pula program DP rumah 1 persen. Menurut dia, program itu sangat mungkin bisa dilakukan. Caranya, dengan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memuluskan program itu.

"Kami sudah diberikan pengarahaan oleh Menteri PUPR. Apalagi di Jawa Barat ada 5.000 titik tanah milik pemerintah daerah yang nganggur, enggak terurus. Pake weh untuk rakyat. Saya punya keberanian untuk memutuskan itu demi kepentingan rakyat," tutur dia.

Selain itu, TB Hasanuddin juga belum terlalu dikenal meski lahir di Majalengka. Begitu pula Anton Charliyan, mantan Kapolda Jabar yang lahir di Tasikmalaya. Pasangan ini hanya dikenal 15 persen pemilih.

 

 

Kompas TV Pemilihan Gubernur Jawa Barat menjadi gelaran pilkada paling ketat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X