Survei "Kompas": Deddy Mizwar Unggul di Karawangan dan Cirebonan, Ridwan Kamil di Bandung Raya dan Priangan Timur - Kompas.com

Survei "Kompas": Deddy Mizwar Unggul di Karawangan dan Cirebonan, Ridwan Kamil di Bandung Raya dan Priangan Timur

Kompas.com - 14/03/2018, 13:01 WIB
Foto kolase empat pasangan calon gubernur-wagub Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (kiri atas), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (kanan atas), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (kiri bawah), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (kanan bawah) menunjukkan nomor urut masing-masing saat rapat pleno pengundian nomor urut oleh KPU Jawa Barat di Sport Centre Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018). Pasangan Ridwan Kamil-Uu mendapat nomor urut satu, TB Hasanuddin-Anton nomor urut dua, Sudrajat-Syaikhu nomor urut tiga, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi nomor urut empat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/kye/1ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI Foto kolase empat pasangan calon gubernur-wagub Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (kiri atas), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (kanan atas), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (kiri bawah), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (kanan bawah) menunjukkan nomor urut masing-masing saat rapat pleno pengundian nomor urut oleh KPU Jawa Barat di Sport Centre Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018). Pasangan Ridwan Kamil-Uu mendapat nomor urut satu, TB Hasanuddin-Anton nomor urut dua, Sudrajat-Syaikhu nomor urut tiga, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi nomor urut empat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/kye/1

KOMPAS.com - Persaingan menjelang Pilkada Jabar mengerucut antara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis, Rabu (14/3/2018), menunjukkan, proporsi suara pemilih relatif sama kuat dan jauh meninggalkan pasangan calon lainnya, TB Hasanuddin-Anton Charliyan dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Namun demikian, sekalipun elektabilitas kedua pasangan calon tergolong sama kuat, hal itu tidak menunjukkan peta penguasaan pemilih yang sama besar.

Laporan lengkap survei ini bisa dibaca di harian Kompas yang terbit pada hari ini, Rabu (14/3/2018) berjudul: Wilayah “Tidak Bertuan” Penentu Kemenangan

(Baca juga: Survei "Kompas": Pilkada Jawa Barat, Elektabilitas Deddy-Dedi 42,8 Persen, Ridwan-Uu 39,9 Persen)

Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memiliki basis kekuatan di wilayah-wilayah Jawa Barat sebelah utara, seperti klaster geo-politik “Karawangan”, seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang. Wilayah yang lekat dengan keberadaan Dedi Mulyadi ini tidak tertandingi oleh pasangan lainnya.

Sekitar 69,5 persen responden pada klaster “Karawangan” memilih Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, sedangkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul hanya meraih 20,8 persen.

Pada wilayah lain, kawasan “Cirebonan”  juga menjadi milik Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan perolehan suara responden sekitar 46,6 persen. Kawasan Cirebonan terdiri dari Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka. Hanya 28 persen yang memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

(Baca juga: Survei "Kompas": Meski Unggul, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Punya "Swing Voters" Lebih Banyak)

Sementara itu, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul unggul signifikan di kawasan “Bandung Raya” yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, hingga Sumedang.

Di wilayah ini, mereka mampu mengusai hingga 56,3 persen pemilih. Kota Bandung yang menjadi tempat Ridwan Kamil membangun pengaruhnya sebagai wali kota serta Kabupaten Bandung adalah wilayah yang paling besar memberikan kontribusi.

Pasangan Rindu juga menguasai kawasan “Priangan Timur” yang terdiri Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Banjar dan Garut. Sekitar 51, 6 persen pemilih dikuasai.

Porsi penguasaan tertinggi ada di Tasikmalaya, tempat Uu Ruzhanul menjabat bupati. Pada kabupaten tersebut, sedikitnya tiga per empat bagian responden (77,8 persen) memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

Namun, di Garut, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menguasai suara 56,5 persen responden.

(Baca juga: Kronologi Penangkapan Polisi yang Bawa Kabur Tahanan, Warga Kaget)

Dengan demikian terlihat, kedua pasangan sudah memiliki benteng penguasaan yang sudah cukup kokoh. Masing-masing tokoh menjadikan wilayah asal mula kepemimpinannya sebagai benteng pertahanan.

Tidak banyak lagi ruang yang tersisa bagi tiap-tiap pasangan dalam memperluas penetrasi mereka di daerah kekuasaan lawannya, kecuali di sebagian wilayah “Cirebonan”, khususnya Majalengka dan Kuningan.

Di wilayah ini, berkisar 20 persen responden belum menyatakan pilihannya.

*Simak selengkapnya artikel yang ditulis Bestian Nainggolan/Litbang Kompas berjudul Wilayah “Tidak Bertuan” Penentu Kemenangan yang diterbitkan di harian Kompas hari Rabu (14/3/2018). Anda juga bisa menyimak berita ini di Kompas.id.

 

 

Sumber: Litbang Kompas 2018/RFC/BES | Infografik: Dimas Infografik Peluang Keterpilihan Paslon Pilkada Jawa Barat


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X