Kompas.com - 12/03/2018, 17:33 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Aparat Polres Garut berhasil membongkar kasus perdagangan manusia (human trafficking) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Kecamatan Cikajang.

Modus operasinya sendiri terbilang sederhana karena praktik trafficking masih dilakukan di Kecamatan Cikajang, tidak sampai dibawa ke luar Garut.

"Korban diiming-iming pekerjaan di rumah makan, ternyata dijual kepada pria hidung belang, masih di Kecamatan Cikajang, di kontrakan milik pelaku," jelas Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, Senin (12/3/2018).

Kedua tersangka yang diamankan, menurut Budi, masih terikat hubungan keluarga, yaitu Tati Nurhayati (39) dan Wawan Gunawan (38).

Wawan berperan sebagai orang yang membawa korban ke Tati untuk kemudian dipekerjakan sebagai PSK. Setelah korban berada di tangan Tati dan ditempatkan di rumah kontrakan milik Tati, Wawan pun lantas mencari laki-laki hidung belang.

"Korban melayani lelaki hidung belang di rumah kontrakan pelaku di Kampung Dano, Desa Cikajang," katanya.

Baca juga : Usai Melepas Syahwat, Pelanggan Tikam PSK di Eks Lokalisasi Tondo

Budi mengatakan, kedua pelaku baru beberapa bulan ini melakukan praktik prostitusi. Makanya, jumlah perempuan yang jadi korbannya baru satu orang. Sementara, laki-laki hidung belang yang telah menjadi pelanggan Tati dan Wawan ada sembilan orang.

"Tiap laki-laki yang dilayani korban, ditarif rata-rata Rp 400.000. Dari uang itu, Wawan dapat jatah Rp 100.000 karena mencari pelanggan," katanya.

Baca juga : Tawarkan PSK via WhatsApp, Pemilik Salon Kecantikan Diringkus Polisi

Dari 9 orang yang diidentifikasi sebagai pengguna jasa yang disediakan kedua pelaku, satu di antaranya telah diperiksa dengan status sebagai saksi. Sementara, korban saat ini kondisinya tengah hamil dan akan diamankan di rumah aman milik Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut.

"Para pelaku akan kita jerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang, untuk undang-undang perlindungan anaknya masih didalami, hukumannya bisa 15 tahun penjara," kata Budi.

Kompas TV Satpol PP Jakarta Barat Rabu (28/2) malam menggelar razia di sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat prostitusi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.