Tawarkan PSK via WhatsApp, Pemilik Salon Kecantikan Diringkus Polisi

Kompas.com - 17/01/2018, 14:42 WIB
Pemilik salon yang menawarkan PSK menggunakan media sosial saat digiring petugas Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. kompas.com/heru dahnurPemilik salon yang menawarkan PSK menggunakan media sosial saat digiring petugas Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung.
|
EditorErwin Hutapea

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Seorang pemilik salon kecantikan yang merangkap sebagai mucikari pekerja seks komersial (PSK) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, diringkus polisi.

Di hadapan polisi, tersangka berinisial A mengaku menjajakan PSK dalam dua tahun terakhir menggunakan aplikasi layanan pesan WhatsApp.

Kasubdit II Krimsus Polda Bangka Belitung Kompol Wahyudi Rahman mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari patroli siber yang digelar polisi terhadap akun media sosial.

“Polisi kemudian mengendus adanya konten percakapan yang mengarah pada transaksi seks komersial. Penggerebekan akhirnya dilakukan terhadap seorang PSK dan lelaki hidung belang di sebuah hotel di Pangkal Pinang akhir pekan lalu,” kata Wahyudi, Rabu (17/1/2018).

Baca juga: Kawanan Prostitusi Online di Sentul Beroperasi Via WhatsApp

Dari hasil pengembangan kasus, diketahui transaksi prostitusi itu dijalankan oleh tersangka A.

Dari tempat kejadian, polisi mengamankan uang tunai Rp 1,6 juta, sejumlah ponsel, dua kondom, serta bukti percakapan tersangka dengan pelanggan.

Tersangka mengaku memberlakukan tarif bervariasi, antara Rp 800.000 hingga Rp 1 juta, untuk setiap layanan PSK.

Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Regional
Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Regional
Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Regional
Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X