Ketua BEM Unram: Kami Memberi Nilai C Atas Pemerintahan Jokowi

Kompas.com - 09/03/2018, 17:29 WIB
Ketua BEM Unram,  Liga Ayun Selatan menitipkan hasil kajian bersampul merah pada Presiden Jokowi. Hasil kajian tersebut dititipkan pada Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat diskusi nasional Capaian Tiga Tahun Kepemimpinan Jokowi di Universitas Mataram, Jumat (9/3/2018). KOMPAS.com/FitriKetua BEM Unram, Liga Ayun Selatan menitipkan hasil kajian bersampul merah pada Presiden Jokowi. Hasil kajian tersebut dititipkan pada Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat diskusi nasional Capaian Tiga Tahun Kepemimpinan Jokowi di Universitas Mataram, Jumat (9/3/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Tiga tahun kepemimpinan Jokowi menjadi sorotan masyarakat dan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka menuntut pemerintahan Joko Widodo untuk lebih memerhatikan daerah.

Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Mataram itu mengikuti diskusi nasional terkait capaian tiga tahun kepemimpinan Joko Widodo, yang digelar di auditorium Universitas Mataram (Unram), Jumat (9/3/2018).

Acara tersebut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan  Yanuar Nugroh, Gubernur NTB Zainul Majdi, dan akademisi Universitas Mataram, Firmansyah.

Diskusi cukup panas setelah dua ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dari IKIP Mataram dan Unram menyampaikan kritik mereka terhadap pemerintahan Jokowi. 

(Baca juga : Kartu Kuning Jokowi Disinggung dalam Pembahasan Pasal Penghinaan Presiden)

Bahkan ketua BEM Unram, Liga Ayun Selatan, menyampaikan hasil kajian mereka dengan sampul merah. Sambil mengangkat tangan, Liga menyampaikan hasil penilaian mahasiswa di NTB atas kinerja Pemerintahan Jokowi dengan nilai C atau cukup.

"Kami memberi nilai C atas pemerintahan Jokowi," ujar Liga disambut tepuk tangan 600-an mahasiswa ini. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mahasiswa lain berseloroh, hal itu sebagai bentuk lain dari kartu merah. Namun, penyampaian yang berapi-api ditanggapi santai Moeldoko. Ia menerima satu jilid hasil kajian mahasiswa bersampul merah itu berikut pernyataan sikap mereka.

Sang ketua BEM mewakili seluruh mahasiswa Nusa Tenggara, menuju panggung dan memberikan langsung hasil kajian mereka terkait sepak terjang jokowi selama ini dan dampaknya bagi wilayah NTB.

“Tapi kami mau bapak menandatangani beberapa poin kajian kami dan nanti jika sudah diterima Jokowi tolong disebarkan di media sosial dan media nasional, agar kami yakin apa yang kami kaji ini telah sampai pada Jokowi,” tuturnya.

(Baca juga : Mendagri Anggap Aksi Ketua BEM UI Tak Hormati Presiden Jokowi )

Namun Moeldoko menolak menandatanganinya. Sebab ia harus mempelajari apa yang dititipkan mahasiswa untuk presiden Joko Widodo melalui dirinya. “

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.