Protes Tambang Ilegal di Pulau Buru, Warga dan Sejumlah Organisasi Temui Gubernur

Kompas.com - 08/03/2018, 23:34 WIB
Puluhan tokoh adat Pulau Buru mendesak Pemerintah Provinsi Maluku menertibkan kawasan Gunung Botak dari aktivitas penambangan ilegal di sana. Kompas.com/Rahmat Rahman PattyPuluhan tokoh adat Pulau Buru mendesak Pemerintah Provinsi Maluku menertibkan kawasan Gunung Botak dari aktivitas penambangan ilegal di sana.

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan warga adat dari Pulau Buru, Maluku, bersama LSM peduli lingkungan dan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Aliansi Bupolo Raya menemui Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (8/3/2018) sore.

Dalam pertemuan itu, para tokoh adat dan pimpinan OKP ini meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera menertibkan aktivitas ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, di Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru.

Para tokoh adat yang datang menemui Sahuburua di antaranya Raja Kayeli, Abdullah Wael yang memiliki petuanan di kawasan Gunung Botak, para kepala soa (pemangku adat), dan sejumlah perangkat desa di wilayah tersebut.

Camat Kayeli, Ismail Soamole, juga ikut dalam rombongan tersebut bersama dengan unsur pimpinan OKP dari KNPI Kabupaten Buru, HMI, PMII, IMM, dan GMNI.

Baca juga: Tambang Ilegal Dilarang, Warga Pemburu Emas Menjerit

Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, mereka mendesak agar pemerintah segera menertibkan peredaran merkuri dan sianida di kawasan tersebut.

“Tadi kami bersama Pak Plt Gubernur Maluku, ada beberapa hal yang kami sampaikan, tapi substansinya itu, kami tetap fokus pada instruksi Presiden Joko Widodo saat datang ke Buru tahun 2015. Itu terkait penutupan Gunung Botak,” kata Ketua KNPI Kabupaten Buru, Muhamad Hamdani Jafar, di Kantor Gubernur Maluku seusai pertemuan itu.

Dia menjelaskan, aktivitas ilegal di kawasan Gunung Botak saat ini sangat meresahkan karena peredaran merkuri dan sianida sulit diatasi. Dia pun meminta gubernur dan aparat berwenang agar dapat mengungkap dan menangkap para aktor yang selama ini bermain di Gunung Botak, termasuk penyuplai sianida dan merkuri ke kawasan itu.

“Bapak Presiden sudah mengingatkan soal sianida dan merkuri di Gunung Botak, lalu di mana bapak-bapak kepolisian. Mengapa merkuri dan sianida sampai saat ini tidak bisa dideteksi siapa cukong dan otak di balik peredarannya di sana?” tanya Jafar.

Dia mengaku, banyak hasil penelitian dari para ahli dan lembaga yang berkompeten menyebutkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di kawasan Gunung Botak saat ini sangat parah, dan diperkirakan 10-15 tahun mendatang warga di Pulau Buru akan terkena dampak langsung dari aktivitas ilegal di Gunung Botak itu.

“Kami sangat khawatir dan sekaligus prihatin terhadap kondisi ini. Kami khawatir dengan generasi di Pulau Buru. Karenanya, kami meminta agar aktivitas ilegal di sana dapat ditertibkan,” desaknya.

Baca juga: Dampak Tambang Ilegal, 16 Hektar Taman Nasional Lore Lindu Rusak

Sementara itu, Ketua LSM Parlemen Jalanan Kabupaten Buru, Ruslan Soamole, meminta Pemprov Maluku segera menertibkan aktivitas ilegal di Gunung Botak tidak hanya dari penambang ilegal, tetapi juga rendaman dan tong yang kerap digunakan para penambang.

“Kami minta ditertibkan karena kami khawatir kasus yang terjadi di Minamata, Jepang, akan terjadi di Pulau Buru, apalagi penelitian para ahli kondisi lingkungan di Gunung Botak sudah sangat parah,” ujar Ruslan.

Menurut dia, dalam pertemuan itu, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahubura berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikannya.

“Alhamdulillah, Pak gubernur tadi mengaku akan menindaklanjuti tuntutan kami,” ucap Ruslan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Jusuf Kalla: Moderasi Beragama Bisa Cegah Konflik Bernuansa Agama

Regional
Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Regional
Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jembatan Cincin Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Ini Motif Kakak Adik Habisi Bocah SD di Tepi Hutan Mojokerto

Regional
Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Tabrak Truk dari Belakang, Mobil Gran Max Hancur di Tol Bawen, Penumpang Tewas

Regional
Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Alasan Remaja di Magetan Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Tiga Siswi SMP Dilarikan ke Puskesmas Usai Minum Sirup Lemon

Tiga Siswi SMP Dilarikan ke Puskesmas Usai Minum Sirup Lemon

Regional
Puluhan Orang yang Kontak dengan WN Jepang Positif Corona Dipantau

Puluhan Orang yang Kontak dengan WN Jepang Positif Corona Dipantau

Regional
Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Kisah Febri 17 Tahun Lumpuh, Hanya Bisa Diam di Kasur, Hidup Mandiri dengan Chanel YouTube

Regional
Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Marak Curanmor, Kapolda NTB Sarankan Kunci Pakai Rantai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X