Terkait Suap Wali Kota Adriatma, KPK Geledah Lima Tempat di Kendari

Kompas.com - 02/03/2018, 19:27 WIB
Polisi berseragam lengkap mengawal proses penggeledahan KPK di rumah jabatan wali kota Kendari. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPolisi berseragam lengkap mengawal proses penggeledahan KPK di rumah jabatan wali kota Kendari.

KENDARI, KOMPAS.com - Pasca-penetapan tersangka terhadap Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya, Asrun bersama tiga orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kendari, hari ini, Jumat (2/3/2018), petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di lima lokasi berbeda secara bersamaan di Kendari.

Tim KPK itu mulai bergerak dari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra menuju tempat penggeledahan.

Lima lokasi tersebut, yakni Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari, toko dan kantor milik Hasmun Hamzah yang merupakan bos PT Sarana Bangun Nusantara, rumah pribadi Asrun dan rumah mantan Bupati Konawe Selatan Imran, serta rumah mantan Kepala BPKAD Kendari Fatmawati Faqih.

Berdasakan pantauan Kompas.com, penggeledahan dimulai dari pukul 13.30 Wita dan hingga saat ini masih berlangsung. Masing-masing lokasi terdapat lima petugas KPK dan dikawal oleh tiga anggota Polda Sultra bersenjata lengkap.

Baca juga : Ditangkap KPK, Berapa Kekayaan Wali Kota Kendari Adriatma dan Cagub Sultra Asrun?

Di rumah jabatan (rujab) Wali Kota Kendari, para tamu yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Pintu gerbang masuk di rumah jabatan itu dijaga ketat anggota Satuan Polisi Pamong (Satpol-PP) Kota Kendari, dan para wartawan hanya bisa melihat dari luar pagar rujab.

Sementara di kantor dan toko milik Hasmun Hamzah, beberapa calon pembeli harus kecewa karena pintu toko yang terbuat dari besi ditutup para karyawan.

Salah seorang calon pembeli yang enggan menyebutkan namanya mengaku tidak mengetahui alasan toko bahan bangunan itu ditutup.

“Saya dikasih tahu sama sekuritinya ada acara di dalam, besok baru dibuka," tuturnya, Jumat siang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto mengatakan, tim KPK dikawal anggota Polda selama penggeledahan itu.

“Selama kita dimintai bantuan, ya wajib kita berikan. Apalagi membutuhkan pengawalan dan pengamanan itu,” ungkap mantan Kapolres Baubau itu.

Baca juga : Kronologi Kasus Suap Ayah-Anak, Wali Kota Kendari dan Cagub Sultra

Sebelumnya, Kamis (1/3/2018), KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Keempat tersangka itu adalah Wali Kota Kendari ADP, calon Gubernur Sultra Asrun, Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih, dan pengusaha Hasmun Hamzah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Regional
Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X