Warga Tasik Penyebar Postingan Ujaran Kebencian Ternyata "Sniper" MCA

Kompas.com - 02/03/2018, 10:50 WIB
Direskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menjelaskan beberapa kasus yang tengah ditanganinya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADIDireskrimsus Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menjelaskan beberapa kasus yang tengah ditanganinya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com — FS (27) warga tasik yang ditangkap lantaran mengunggah ujaran kebencian di grup Facebook United Muslim Cyber Army ternyata anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang bertugas menjadi sniper atau pengumpan foto.

"Perkirakan kita (hasil) koordinasi dengan Bareskrim, dia itu sniper atau pengumpan foto," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Kamis (1/3/2018).

Umar menjelaskan, sniper ini bertugas untuk mencari foto berita untuk kemudian diumpankan kepada MCA. "Nanti MCA itu yang mengolaborasikan apakah ini berita layak atau tidak untuk diviralkan," ujar Umar.

Menurut Umar, kelima pelaku yang sudah diamankan tim Cyber Bareskrim Polri merupakan atasan tertinggi yang memastikan apakah berita hoaks tersebut layak diviralkan atau tidak. 

"(Foto-foto) disampaikan kepada atasan yang diamankan oleh Bareskrim. Merekalah yang memastikan itu yang upload atau tidak," ungkapnya.

(Baca juga: Penyebar Ujaran Kebencian di Grup Facebook United MCA Kembali Diciduk Polisi )

Foto-foto tersebut diambil para sniper MCA dari bahan di internet. "Untuk sniper sih dibilang vital atau tidak itu anggota mereka, yang jelas anggota MCA itu banyak banget," ucapnya.

Ia mengatakan, dari 21 kejadian viral di Jawa Barat, hanya dua yang benar, 19 lainnya hasil dari para sniper MCA. "Seperti kita tangkap di Jakarta Utara, dia sniper, dia juga upload pertama," ujarnya.

Ketika disinggung apakah kelompok ini mendapatkan gaji, ia belum dapat memastikan hal tersebut. "Kita tidak tahu, yang jelas ini kaya Saracen. Kalau Saracen betul-betul dapat uang dan order. Tapi, kalau ini belum tampak apakah digaji atau belum," tuturnya.

Mengenai grup United MCA apakah terverifikasi grup MCA. "Iya underbound-nya MCA. Fix itu berdasarkan data otentik didalam digital forensik," katanya.

(Baca juga: Sindikat The Family MCA Bukti Minimnya Pengetahuan Masyarakat soal Hoaks )

Diberitakan sebelumnya, polisi  menangkap pelaku yang diduga penyebar ujaran kebencian (hate Speech) di Grup Facebook United Muslim Cyber Army.

Pelaku berinisial FS (27) ini ditangkap pada Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 16.30 WIB oleh Polres Tasikmalaya dengan di-back up Satgas Ditkrimum Polda Jabar.

"Modus pelaku menyebarkan, memosting status di Facebook UNITED MUSLIM CYBER ARMY  dengan kata-kata 'tertangkap lagi satu tadi siang... orang gila masuk pesantren cipasung tasikmalaya ... barang bukti sajam'," jelas Umar.

Menurut Umar, maksud dan tujuan tersangka, memberikan rasa tidak aman dan membuat kekhawatiran terhadap masyarakat seolah-olah situasi di Ponpes Cipasung tidak aman dan mendapat ancaman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Beli Alat untuk Membunuh Saat Bersama Korbannya, Polisi: Korban Tak Tahu

Pelaku Beli Alat untuk Membunuh Saat Bersama Korbannya, Polisi: Korban Tak Tahu

Regional
Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Regional
Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Regional
Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X