Kapolda Jabar: Masyarakat yang Bantu Sebarkan Hoaks Bisa Dipidanakan

Kompas.com - 01/03/2018, 19:11 WIB
Berita palsu atau bohong (hoaks) kini banyak bertebaran di dunia maya. Masyarakat diimbau dapat memilah berita asli dan berita hoaks dengan memverifikasi melalui sumber-sumber tepercaya. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANBerita palsu atau bohong (hoaks) kini banyak bertebaran di dunia maya. Masyarakat diimbau dapat memilah berita asli dan berita hoaks dengan memverifikasi melalui sumber-sumber tepercaya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengimbau kepada masyarakat agar tidak membantu membagikan kejadian apa pun yang belum jelas perkaranya atau kejadiannya ke media sosial. Sebab, pihaknya bakal memproses siapa pun yang menyebarkan berita bohong atau hoaks

Hal tersebut menyusul sejumlah penangkapan yang dilakukan Polda Jabar terhadap para penyebar berita hoaks di wilayah Polda Jabar, seperti kasus laporan palsu marbut (penjaga masjid) yang dianiaya di suatu masjid di Kabupaten Garut, serta pelaku penyebaran ujaran kebencian di Tasikmalaya dan kasus lainnya.

"Kalau (kejadiannya) memang benar, silakan di-share, tapi kalau tidak benar lalu ikut membantu share dan ada unsur terpenuhi maka yang bersangkutan bisa ditersangkakan tindak pidana ITE," kata Agung saat Rilis Pengungkapan Laporan Palsu Penganiayaan Marbut Masjid di Garut, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018).

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak langsung menelan bulat-bulat informasi yang ada. 

"Saya imbau bijaklah menggunakan medsos, jangan langsung ditelan bulat-bulat. Dikroscek dulu (informasinya) dan ditanyakan, kan ada Babinsa dan Koramil di sana, silakan ditanyakan," imbuh Agung.

Baca juga: Jelang Pemilu 2019, Masyarakat Jangan Gegabah Sebar Hoaks

Dia melanjutkan, jangan sampai informasi yang dibagikan ke masyarakat tersebut merupakan berita bohong yang berdampak pada keresahan masyarakat.

"Jangan sampai menambah resah di masyarakat karena kita sedang konsentrasi proses demokrasi, yaitu pilkada," kata Agung. 

Hal senada diungkapkan Kapendam III/Siliwangi Letkol ARH Desi Arianto. Dia mengatakan agar masyarakat mencari kejelasan dalam menerima suatu informasi, baik di media sosial Facebook maupun pesan singkat WhatsApp. 

"Imbauan kepada masyarakat untuk pandai dan bijak dalam menanggapi dan membaca semua informasi yang diperoleh dari media apa pun, khususnya medsos ataupun berita populer yang dikirim via WA," tutur Desi.

Baca juga: Mengintip Kerja The Family MCA, Produsen Hoaks dengan Ratusan Ribu Anggota

Kompas TV Simak dialognya dalam Sapa Indonesia Malam berikut ini!




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X