Dosen Penyebar Hoaks Sudah 5 Tahun Jadi Anggota The Family MCA

Kompas.com - 28/02/2018, 18:29 WIB
Pelaku penyebaran isu provokatif dan ujaran kebencian yang terorganisir dengan nama The Family Muslim Cyber Army saat rilis di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/02/2018). Modus kelompok tersebut ialah menyebar ujaran kebencian dan konten berbau SARA, MCA juga menyebarkan konten berisi virus kepada pihak tertentu yang bisa merusak perangkat si penerima. MAULANA MAHARDHIKAPelaku penyebaran isu provokatif dan ujaran kebencian yang terorganisir dengan nama The Family Muslim Cyber Army saat rilis di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/02/2018). Modus kelompok tersebut ialah menyebar ujaran kebencian dan konten berbau SARA, MCA juga menyebarkan konten berisi virus kepada pihak tertentu yang bisa merusak perangkat si penerima.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi mengungkapkan fakta baru tentang tersangka TAW (40), oknum dosen penyebar hoaks tentang pembunuhan muazin oleh orang gila di Majalengka. TAW ternyata sudah bertahun-tahun menjadi anggota The Family Muslim Cyber Army (MCA).

"Pengakuannya baru saja bergabung, hanya saja kami tidak percaya tanpa alat bukti. Kami eksplor dari dia dan mendapatkan gadget yang dia punya. Kalau berdasarkan gadget, mungkin dia sudah empat sampai lima tahun gabung di situ (MCA)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/2/2018).

(Baca juga: Polisi Tangkap Dosen Wanita Penyebar Hoaks di Medsos)

Umar pun menyebutkan bahwa pelaku ini sudah mengerti sistem IT sebab saat menyebarkan berita hoaks tersebut, pelaku menggunakan sistem mirror link.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sistem mirror link ini merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel pintar berbasis Android, iOS, atau Symbian untuk terhubung pada head unit (HU). Bahkan dengan teknologi internet, bisa terkoneksi di berbagai perangkat komputer.

"Dalam satu jam dia bisa reposisi dari Yogya, Jakarta, Bandung dan Sumedang. Dalam satu jam. Kalau secara fisik enggak mungkin reposisi Yogya, Jakarta dan Bandung dalam satu jam. Nah itulah dunia maya," katanya.

Menurut dia, cara ini cukup menyulitkan penyidik melacak atau menangkap permasalahannya. "Penyidik jadi terbarier (terhalangi) menangkap ke permasalahannya," tambahnya.

(Baca juga: Dosen Anggota MCA Sudah Sebarkan 150.000 Postingan Hoaks di Facebook)

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap seorang perempuan berinisial TAW yang merupakan dosen di salah satu universitas di Yogyakarta.

Penangkapan pelaku bermula saat adanya informasi di Facebook yang ditulis akun Tara Dev Sams pada Sabtu (17/2/2018). Isi tulisan berita bohong ini soal muazin dianiaya oleh seseorang yang diduga mengidap gangguan jiwa.

Dari hasil penyidikan, polisi memastikan tidak adanya korban muazin dan pelaku yang mengidap gangguan jiwa tersebut. Unggahan ini telah membuat resah warga Majalengka. Mendapatkan informasi itu, polisi kemudian memburu pengunggah dan menangkap TAW.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Regional
Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Regional
Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Regional
Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Regional
Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X