Terisolir, Warga Perbatasan Nunukan Minta Penerbangan

Kompas.com - 28/02/2018, 12:12 WIB
Tenaga medis dari Puskesmas Binter Lumbis Ogong yang memberikan layanan kesehatan kepada warga perbatasan dengan menggunakana perahu. Terisolasinya warga Lumbis Ogong membuat mereka meminta pemerintah memfungsikan kembali bandara perintis Tao Lumbis yang sudah puluhan tahun mangkrak. KOMPAS.com/SUKOCOTenaga medis dari Puskesmas Binter Lumbis Ogong yang memberikan layanan kesehatan kepada warga perbatasan dengan menggunakana perahu. Terisolasinya warga Lumbis Ogong membuat mereka meminta pemerintah memfungsikan kembali bandara perintis Tao Lumbis yang sudah puluhan tahun mangkrak.

NUNUKAN, KOMPAS.com – Warga di wilayah perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meminta pemerintah mengaktifkan kembali bandara perintis. Bandara tersebut telah lama mangkrak untuk memutus keterisolasian.

Anggota DPRD Nunukan Kalimantan Utara, Karel Sompotan mengatakan, selama ini warga di Kecamatan Lumbis Ogong kesulitan jika akan bepergian. Satu-satunya moda transportasi yang bisa digunakan hanya perahu. Perahu ini harus menyusuri sungai berarus deras. 

“Transportasi kalau lewat pesawat akan cepat dan mudah daripada ikut sungai. Kalau sudah kecil, air pakai ketinting orang. Kalau dia memang air tidak pas, kita yang angkat itu perahu,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Karel menambahkan, dengan difungsikannya bandara perintis, warga dengan mudah bisa menjangkau kabupaten/kota. Ketergantungan warga terhadap Malaysia juga bisa dikurangi. Sebab, jarak yang dekat ke Malaysia, membuat warga membeli sembako dari Malaysia.

 

(Baca juga : Listrik Nyala Hanya 12 Jam, Warga di Perbatasan Nunukan Protes)

“Untuk menuju kabupaten/kota, warga mengeluarkan biaya lebih dari Rp 1,5 juta dengan jarak tempuh lebih dari 8 jam. Kalau ke Malaysia, cukup 1,5 jam melalui sungai,” imbuhnya.

Bandara Tao Lumbuis di Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan telah puluhan tahun mangkrak. Keberadaan bandara perintis Tao Lumbis dibangun oleh Mission Aviation Fellowship (MAF) untuk pembangunan gereja pada tahun 1970an.

“Itu dulu dibangun misi gereja yang MAF itu kalau ada kunjungan pendeta, sakit, atau segala. Itu berhenti tahun 2007,” ucap Karel.

Kompas TV Menurut petugas, pembangunan tembok pembatas bertujuan meningkatkan keamanan masyarakat dan negara.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Regional
Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

Regional
Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X