Ada Enam Kasus Difteri, Dinkes Banda Aceh Berikan Vaksin kepada Siswa

Kompas.com - 22/02/2018, 09:26 WIB
Tim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada  956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)  5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018). KOMPAS.com/RAJA UMARTim medis dari Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, memberikan imunisasi difteri massal kepada 956 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda Aceh, Selasa (20/2/2018).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh memberikan imunisasi difteri massal kepada semua siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Banda untuk mencegah menyebarnya virus difteri di kalangan siswa.

Sebab, pada tahun 2018 ini telah ditemukan enam kasus difteri yang diderita siswa, dan dua di antaranya dinyatakan positif.

“Kami lakukan imunisasi kepada seluruh siswa di sekolah ini untuk mencegah menyebarnya wabah difteri di kalangan siswa, karena ada temuan enam kasus tahun ini. Namun, dua di antaranya sekarang masih menjalani perawatan intensif di RSUZA Banda Aceh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi, Selasa (20/2/2018).

Menurut Warqah, imunisasi difteri yang dilakukan di MIN 5 Kota Banda Aceh ini sebagai bentuk respons cepat Dinas Kesehatan untuk mencegah agar wabah difteri tidak terus menyebar di kalangan siswa.

Sebab, untuk wabah penyakit difteri, jika ditemukan satu kasus saja yang dinyatakan positif sudah menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Seorang Siswa Meninggal karena Difteri, Dinkes Depok Lakukan Pendataan

“Ke depan akan kami lakukan imunisasi secara menyeluruh di sekolah yang ada di Kota Banda Aceh, tidak hanya di wilayah yang ditemukan kasus, sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan akan kami lakukan tiga tahap secara berulang,” ujar Warqah.

Warqah mengimbau kepada semua warga Kota Banda Aceh agar melakukan imunisasi secara lengkap terhadap anak mulai usia satu hingga lima tahun sehingga risiko penyakit difteri atau virus berbahaya lainnya dapat dicegah dari awal.

“Harapannya ke depan kesadaran masyarakat untuk bawa anaknya imunisasi lengkap karena dengan melakukan imunisasi akan terbentuk daya kekebalan anak terhadap virus penyakit,” ucapnya.

Baca juga: Beberapa Warga Pematangsiantar Suspect Difteri, Soal Jumlah Masih Diselidiki

Kompas TV Di Medan, Sumatera Utara, Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik membantah tudingan lamban saat menangani pasien difteri.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X