Kompas.com - 22/02/2018, 08:13 WIB
Para petugas dari BBKSDA NTT sedang membersihkan sampah di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Camplong di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/2/2018). Dokumen BBKSDA NTTPara petugas dari BBKSDA NTT sedang membersihkan sampah di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Camplong di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/2/2018).


KUPANG, KOMPAS.com - Taman Wisata Alam (TWA) Camplong di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jadi tempat pembuangan akhir sampah di wilayah itu.

Padahal, kawasan wisata alam yang letaknya sekitar 51 kilometer arah timur Kota Kupang itu merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi NTT.

Kegiatan pembuangan sampah oleh oknum yang tak bertanggung jawab di Kabupaten Kupang itu disinyalir telah berlangsung lama.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Tamen Sitorus mengatakan, kondisi ini dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem hutan.

"Pembuangan sampah secara sembarangan di Hutan Camplong ini berdampak pada kenyamanan wisatawan serta masyarakat umum yang melintasi jalan negara yang menghubungkan Indonesia-Timor Leste," sebut Sitorus kepada Kompas.com, Rabu (21/2/2018).

Baca juga: Banyak Sampah Cemari Situ Gintung Tangsel

Sitorus menjelaskan, pihaknya telah merespons aktivitas pembuangan sampah di kawasan Taman Wisata Alam Camplong ini dengan pemasangan papan larangan dan pemasangan barikade di tepi jalan untuk menghalangi truk yang membuang sampah.

"Kita juga memberitahukan secara langsung kepada masyarakat dan pihak tertentu yang diketahui melakukan aktivitas pembuangan sampah serta meningkatkan frekuensi kehadiran petugas Resort TWA Camplong di lapangan," ucapnya.

Secara tegas, Sitorus mengatakan, ke depan akan dilakukan tindakan lebih lanjut berupa tuntutan dugaan pidana pencemaran lingkungan jika aktivitas membuang sampah di TWA Camplong tetap berlanjut.

Untuk membersihkan sampah itu, lanjut Sitorus, pihaknya menggelar kerja bakti dengan melibatkan 75 personel dan bekerja sama dengan CV Sinar Bangunan yang mengerahkan satu unit loader dan truk untuk mengangkut tumpukan sampah.

Baca juga: Hujan dan Kali Pesanggrahan Tersumbat Sampah, Jalan Penghubung Sawangan-Cipayung Sering Banjir

Dalam kegiatan aksi peduli sampah di TWA Camplong kali ini, berhasil dibersihkan sampah sejumlah tujuh truk yang selanjutnya dipindahkan ke lokasi lain untuk diproses lebih lanjut.

Kegiatan ini, kata Sitorus, diharapkan menjadi sebuah gerakan moral, mengingat masalah sampah di TWA Camplong tidak akan pernah berhasil dituntaskan jika tidak mengubah perilaku warga sebagai pembuang sampah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X