Unggah Lambang PKI dan Hina Bupati Karawang di Medsos, Pria Ini Mengaku Iseng

Kompas.com - 16/02/2018, 16:55 WIB
Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan (kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (nomor dua dari kanan), Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani, dan Kasat Reskrim AKP Maradona (kiri) memperlihatkan beberapa bukti unggahan Chikal Oo yang dinilai menghina Bupati Cellica. KOMPAS.com/Farida FarhanKapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan (kanan) dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana (nomor dua dari kanan), Kasubag Humas Polres Karawang AKP Marjani, dan Kasat Reskrim AKP Maradona (kiri) memperlihatkan beberapa bukti unggahan Chikal Oo yang dinilai menghina Bupati Cellica.

KARAWANG, KOMPAS.com - WW (37) diciduk Polres Karawang lantaran mengunggah gambar berlambang PKI dan menghina Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dengan kata-kata yang tidak pantas di media sosial Facebook. Alasannya, ia mengaku hanya karena iseng.

Warga Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, itu melalui akun Facebook bernama Chikal Oo kedapatan mengunggah tulisan yang tidak sopan mengenai Bupati Cellica pada 6 Januari 2018 sekitar pukul 12.22 WIB.

Unggahan tersebut antara lain, "kamarii j.... celica Aya k perumahan BMI rek ngabagi bagi h....ceunah brow," demikian ditulis Chikal Oo.


Chikal Oo juga mengunggah foto Cellica dan beberapa gambar berlambang PKI.

"Yang bersangkutan mengaku iseng dan ingin viral," ungkap Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, di Mapolres Karawang, Jumat (16/2/2018).

Baca juga: Kapolri Sebut Dinginkan Iklim Politik Lebih Efektif Lewat Media Sosial

Hendy mengatakan, WW pernah dibui atas kasus narkoba selama empat tahun dan bekerja sebagai pegawai tidak tetap.

Pihaknya, kata Hendy, menyita satu ponsel milik WW dan menelusuri lebih lanjut perihal unggahan tersebut. Meski demikian, saat kediaman WW digeledah, tidak ditemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan PKI.

Atas perbuatannya, WW dijerat Pasal 107a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara dan atau Pasal 207 KUHP dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Hendy juga mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan medsos, tidak saling mengejek, apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada Jawa Barat.

"Saya sendiri akan turun langsung melakukan patroli cyber untuk memantau penggunaan medsos yang kurang bijak," katanya.

Baca juga: Cegah Hoaks di Medsos, Santri Jateng Buat Konten Islami yang Menyejukkan

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku sudah memaafkan, meskipun unggahan vulgar tersebut bisa menyebabkan kaum perempuan terluka. Hanya saja, kata Cellica, proses hukum harus tetap berjalan.

"Pada dasarnya secara pribadi saya sudah memaafkan, tetapi ada proses hukum yang harus dijalani," ungkap Cellica.

Kasus tersebut, kata Cellica, harus menjadi pelajaran bagi masyarakat Karawang agar menggunakan medsos secara bijak.

"Saya mengapresiasi kinerja Polres Karawang yang dapat mengungkap kasus tersebut dengan cepat," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X