Ragam Perayaan Imlek di Kelenteng Tertua di Magelang - Kompas.com

Ragam Perayaan Imlek di Kelenteng Tertua di Magelang

Kompas.com - 15/02/2018, 19:20 WIB
Umat sedang mempersiapkan perlengkapan ibadah menyambut tahun baru Imlek  2569/2018, di kelenteng TTID Liong Hok Bio Kota Magelang yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).  KOMPAS.com/Ika Fitriana Umat sedang mempersiapkan perlengkapan ibadah menyambut tahun baru Imlek 2569/2018, di kelenteng TTID Liong Hok Bio Kota Magelang yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Umat Tri Dharma Kelenteng atau TITD Liong Hok Bio, Kota Magelang, Jawa Tengah, menyambut suka cita perayaan tahun baru Imlek 2569/2018, yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).

Berbagai kegiatan akan digelar di kelenteng berusia 150 tahun itu, mulai dari ibadah, bakti sosial, pembersihan rupang, Taoist Day hingga kirab budaya Cap Go Meh.

Ketua Yayasan TITD Liong Hok Bio, Paul Chandra Wesi Aji memaparkan, kegiatan sudah dimulai dengan Toa Pekong Naik (Punggahan) berupa puja bhakti dari pagi sampai malam, Jumat (9/2/2018).

Dilanjutkan dengan pembersihan rupang (patung dewa-dewi) dan bakti sosial, Minggu (11/2/2018). Pembersihan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan pikiran bagi umat yang akan melaksanakan ritual ibadah.

(Baca juga : Imlek, Warga Ambarawa Nantikan Liong, Barongsai, dan Pesta Kembang Api )

Puncak kegiatan, umat akan melakukan Sembahyang Tutup Tahun (Ti Sik), Kamis (15/2/2018) pukul 22.30 WIB dan sembahyang awal tahun, Jumat (16/2/2018) pukul 00.00 WIB.

"Pada kegiatan puncak nanti, dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan Pai Cia bersama,” jelas Paul, Kamis (15/2/2018).

Kemudian dilanjutkan dengan sembahyang Toa Pekong Turun (Pudunan/Ci Ang/Ci Sin) pada Senin (19/2/2018). Lalu sembahyang besar King Dhi Kong pada Jumat (23/2/2018), Ci Swak pada Senin (26/2/2018), dan Hari Kenaikan YM Kwan Sing Tee Koen pada Rabu (28/2/2018).

"Lalu, agenda yang ditunggu-tunggu masyarakat adalah Cap Go Meh, Jumat (2/3/2018). Nanti akan ada kirab budaya, dengan ratusan peserta. Akan ada kirab barongsai, atraksi kelenteng se-Jawa, termasuk kesenian tradisional," papar Paul.

(Baca juga : Kelenteng di Kendal Ini Tidak Gelar Acara Perayaan Imlek, Begini Alasannya )

Umat sedang beribadah menyambut tahun baru Imlek  2569/2018, di kelenteng TTID Liong Hok Bio Kota Magelang yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).  KOMPAS.com/Ika Fitriana Umat sedang beribadah menyambut tahun baru Imlek 2569/2018, di kelenteng TTID Liong Hok Bio Kota Magelang yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).
Paul menambahkan, imlek tahun ini mengangkat tema “Dengan Imlek, Kita Tingkatkan Persaudaraan Sejati Antar-Umat Beragama”. Tema ini sengaja diambil, karena melihat kondisi sebagian masyarakat saat ini yang masih kerap termakan isu-isu SARA.

"Kami mengajak seluruh umat, tidak memandang suku, agama, ras, untuk saling mempererat persaudaraan. Kita kalau bersatu akan indah, damai, bahagia, jangan lagi termakan isu-isu provokatif yang memecah belah bangsa," tutur Paul.

Paul mengakui jika ancaman-ancaman atau teror terhadap tokoh serta tempat ibadah masih terjadi. Pihaknya pun tidak menampik ada kekhawatiran karena bisa saja ancaman tersebut terjadi terhadap umatnya.

“Khawatir ada, tapi kami yakin pemerintah dan kepolisian sudah mengantisipasi itu,” ucapnya.

(Baca juga : Long Weekend Selama Imlek di Medan, Yuk Mampir ke 5 Tempat Ini )

Ketua Harian TITD Liong Hok Bio, Wong Su Li menambahkan, Imlek tahun ini memasuki tahun sio anjing yang dalam kepercayaan Tionghoa berarti ada harapan lebih baik, terutama dari segi ekonomi.

“Segi ekonomi akan meningkat, namun kita harus tetap waspada, terlebih tahun ini juga ada agenda politik (Pilkada) yang sedikit banyak memengaruhi kemanan," tuturnya.

Wong Su Li melanjutkan, perayaan Imlek tahun ini juga terasa lebih spesial karena umat sudah bisa menempati bangunan kelenteng baru setelah sebelumnya terbakar 2014 lalu. Bangunan baru ini berdiri lebih megah, dengan ornamen khas kelenteng yang indah.

"Kami senang, akhirnya kelenteng sudah dibangun baru dengan donasi umat. Bahkan, sekarang jadi ikon baru Kota Magelang. Banyak yang datang untuk berfoto-foto," jelas Wong Su Li.

Pada 22-25 Maret 2018 mendatang, bangunan kelenteng baru akan diresmikan bersamaan dengan Taoist Day atau peringatan ulang tahun Dewa Thay Sang Lao Cin (Dewa junjungan umat Tao).

"Ini Taoist Day kedua kami jadi tuan ruman. Peserta kegiatan akan dihadiri tamu-tamu dari negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Italia, dan tentunya Tiongkok,” urainya.

Adapaun ragam kegiatan selama Taoist Day antara lain kirab budaya (Jut Bio) dan kirab bumi yang kemudian dirangkai dengan peresmian gedung baru oleh pejabat setempat.

Kompas TV Jelang perayaan Tahun Baru Imlek ke-2569, para produsen barongsai di Semarang, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X