Petani di Semarang Tak Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi

Kompas.com - 15/02/2018, 16:37 WIB
Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono (tiga dari kanan) ikut panen perdana padi varietas lokal Sri Makmur di Desa Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (19/12/2017). KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRKepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Momon Rusmono (tiga dari kanan) ikut panen perdana padi varietas lokal Sri Makmur di Desa Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (19/12/2017).

AMBARAWA, KOMPAS.com - Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Semarang bermasalah. Pasalnya para petani tidak bisa menebus pupuk bersubsidi lantaran belum memegang kartu tani.

Kartu Tani adalah kartu debit yang dikeluarkan salah satu bank. Kartu Tani digunakan secara khusus untuk membaca alokasi Pupuk Bersubsidi dan transaksi pembayaran pupuk bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ditempatkan di pengecer.

Kartu Tani adalah program pemerintah untuk memastikan subsidi pupuk tepat sasaran.

Salah satu wilayah yang paling terdampak dari tersendatnya distribusi kartu tani adalah kecamatan Bancak. Para petani di salah satu daerah lumbung padi Kabupaten Semarang itu kesulitan menebus pupuk bersubsidi.

"Dua minggu setelah tanam, para petani tentu butuh pupuk urea. Yang terjadi, stok pupuknya tersedia tetapi mereka kesulitan menebusnya karena belum dapat Kartu Tani,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, Kamis (15/2/2018) siang.

(Baca juga : Ganjar: Kartu Tani Cegah Pupuk Piknik )

Said menjelaskan, dari 120 petani di Dusun Krajan, Kecamatan Bancak misalnya, yang baru mendapat kartu tani baru 10 petani. Bagi yang sudah pegang pun ternyata belum bisa menebus pupuk bersubsidi karena saldo petani di bank yang telah ditunjuk tidak mencukupi.

"Permasalahan lainnya adalah jarak domisili petani menuju bank. Misalnya dari Desa Lembu dan Desa Pucung, Bancak harus menempuh perjalanan enam sampai lima kilometer. Jika uangnya pas-pasan ya ndak jadi kerja," jelasnya.

Said mensinyalir, apa yang dialami petani di Kecamatan Bancak dialami petani di kecamatan lain di Kabupaten Semarang.

Untuk itu pihaknya meminta Pemprov Jateng dan perbankan yang ditunjuk untuk menunda distribusi pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Sebab program ini belum sepenuhnya bisa dijalankan, khususnya di Kabupaten Semarang.

"Ini sudah masuk musim tanam padi. Jadi harapan kami, petani harus dimudahkan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi supaya target swasembada pangan bisa tercapai," tuntasnya.

(Baca juga : Apa Enaknya Punya Kartu Tani? )

Terpisah, Bupati Semarang Mundjirin mengakui jika belum semua petani di Kabupaten Semarang menerima Kartu Tani. Lambannya pembagian kartu tani ini menjadi tanggung jawab perbankan yang telah ditunjuk.

"Yang membagikan BRI, dia yang menyiapkan kartu dan segala sesuatunya. Kita sebatas mendampingi saja,” kata Mundjirin.

Mundirin menyesalkan keterlambatan distribusi kartu tani oleh perbankan tersebut, sebab hal ini akan berdampak pada target swasembada beras tahun ini.

"Ini memang hambatan kita, karena waktu pemupukan tidak bisa dilakukan sembarangan," tuntasnya.

Kompas TV Petani asal Kendeng, Jawa Tengah, kembali berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Duduk Perkara Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal dari Kemacetan di Jalan

Regional
Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X