Kompas.com - 11/02/2018, 21:16 WIB
Foto kalender yang ditemukan di rumah Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog. KOMPAS.com/Ira RachmawatiFoto kalender yang ditemukan di rumah Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog.


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Mubarok (58), tetangga Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, mengatakan kepada Kompas.com, Minggu (11/2/2018), bahwa di rumah keluarga Suliono ditemukan kalender dari Padepokan Topo Lelono Pangeran Krincing Pesantren Putra-Putri Sirojul Mukhlasin dan Ummahatul Mukminin yang beralamat di Krincing, Secang, Magelang.

"Kebetulan tadi saya yang menemani petugas kepolisian ke rumahnya. Ada kalender yang diakui ayah Suliono tempat anaknya kuliah dan mondok selama ini. Termasuk beberapa buku milik Suliono, tapi semuanya sudah dibawa polisi. Saya enggak tahu buku apa dan isinya bagaimana," jelas Mubarok.

Menurut pria yang tinggal sekitar 200 meter dari rumah Suliono itu, dia pernah bertemu dengan Suliono di Palu pada tahun 2013. Dia mengakui bahwa penampilan anak ketiga dari pasangan Mistadji (58) dan Edi Susiyah (54) itu berubah karena menggunakan jubah berwarna hitam.

"Saat di Palu, dia bilang jika pemahaman saya tentang Islam itu salah dan bilang akan pulang ke Banyuwangi untuk mengajak saya berdiskusi tentang akidah. Saya sempat kaget saat itu," ujar Mubarok.

Baca juga: Diminta Pulang untuk Nikah, Suliono Bilang Akan Nikah dengan Bidadari

Ternyata, Suliono menepati janjinya dan pulang ke Banyuwangi menemui Mubarok yang juga menjadi Ketua Majelis Tak'mir Masjid dan mushala di dua desa, yaitu Desa Kandangan dan Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Kedatangan Suliono pada 24 Maret 2017 tersebut mengajak Mubarok untuk diskusi tentang akidah agama Islam.

"Dia mengatakan jika di agama Islam enggak boleh selamatan, enggak boleh pasang cok bakal untuk selamatan saat panen di sawah. Buat yang perempuan Islam juga wajib pakai cadar. Saya langsung tanya, 'Kamu ikut ajaran apa?', dia hanya bilang, 'Saya ini Islam. Islam ya islam'," ucap Mubarok.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu Mubarok juga sempat menanyakan organisasi apa yang diikutinya, tetapi Suliono tidak mau menjawab dan terus mengatakan bahwa pemahaman Islam yang dianut Mubarok dan tetangganya salah.

"Dia juga mengajak tetangga-tetangga sini untuk bergabung dengannya. Bahkan orangtuanya sempat tanya ke saya, 'Gus, apa anak saya ini teroris? Katanya tetangga bilang seperti itu'. Saya bilang ke bapaknya, 'Sudah, jangan dihiraukan omongan tetangga'," ujarnya.

Baca juga: Penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Romo Pier Luka Serius di Kepala

Sebelumnya diberitakan, seorang pria melakukan penyerangan dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018) pagi.

Akibatnya, tiga orang umat, satu orang romo, dan satu anggota polisi mengalami luka akibat sabetan pedang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X