Kekinian, Ada Lukisan 3D di Halaman Kantor Kecamatan di Yogyakarta Ini - Kompas.com

Kekinian, Ada Lukisan 3D di Halaman Kantor Kecamatan di Yogyakarta Ini

Kompas.com - 10/02/2018, 08:19 WIB
Warga Berfoto di Lukisan 3D di Halaman Kantor Kecamatan Sedayu, Bantul, beberapa waktu laluKompas.com/Markus Yuwono Warga Berfoto di Lukisan 3D di Halaman Kantor Kecamatan Sedayu, Bantul, beberapa waktu lalu

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jika berkunjung ke kantor Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, siapa pun akan takjub melihat "sungai" di halaman kantor kecamatan.

Uniknya, sungai itu hanya berupa lukisan. Namun, lukisan tiga dimensi itu hidup, menyerupai bentuk sungai asli.

Camat Sedayu Fauzan Mu'arifin mengaku, ide lukisan 3D di halaman kantornya muncul untuk mendongkrak kedatangan wisatawan untuk datang serta untuk memberi pembelajaran bagi warga untuk mencintai sungai.

"Ide pembuatan lukisan itu sudah lama. Sejak saya di Bappeda. Baru bisa sekarang setelah menjadi camat. Ide itu saya tuangkan di kantor. Harapannya agar Kecamatan Sedayu lebih dikenal untuk mendongkrak pariwisata. Karena di Sedayu banyak wisata alam, dan wisata kuliner," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/2/2018).

(Baca juga : Saya Hanya Keturunan Belanda, Mengapa Diusir dari Tanah Kelahiran Indonesia?)

Sungai 3D ini dilukis oleh pelukis asal Sedayu, Surachman Mandau. Dia melukis sebuah sungai dengan air yang mengalir.

Di Sedayu, obyek wisata paling dikenal adalah obyek wisata Karst Tubing yang melewati sungai. Ada tiga sungai yang bisa digunakan untuk cave tubing yakni Sungai Konteng, Progo, dan Kalakan.

Dengan mencintai sungai, warga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencari ikan dengan cara strum dan obat.

"Kami juga punya program bagi pengantin baru sebelum akad nikah untuk menyebarkan benih ikan di sungai. Tidak ditentukan seberapa banyak, dan jenis ikan," ucapnya.

Fauzan berharap, lukisan ini menjadi viral, dan dikenal masyarakat luas demi mewujudkan cita-citanya mewujudkan sedayu sebagai kecamatan wisata atau Sedayu Tourism District, yang pertama di Indonesia.

"Kami memiliki program sedayu viral ya dan setelah nanti terwujud, kami akan menawarkan potensi di sini. Desa wisata sudah jamak ya tetapi kalau kecamatan wisata itu mungkin baru pertama kalinya di Indonesia," tuturnya.

(Baca juga : 1 Ton Sabu Disita dari Kapal Berbendera Singapura, Nilainya Capai Rp 1,5 T)

Lukisan ini ke depan akan ditambah. Namun Fauzan enggan menjelaskan lebih detail rencananya.

Dia hanya berharap, selain memperkenalkan Kecamatan Sedayu ke luar daerah, warganya juga nyaman dan menganggap kantor kecamatan sebagai 'rumah sendiri'. Dengan demikian, pemerintah bisa dengan mudah menyampaikan program kepada warga dan warga bisa semakin senang datang ke kantor kecamatan.

Untuk masyarakat yang ingin makan atau minum seusai berfoto, pihaknya menyediakan angkringan yang dikelola masyarakat sekitar.

"Masyarakat banyak yang berfoto di halaman kecamatan. Banyak warga yang kaget karena tiba-tiba muncul lukisan. Dengan kedekatan emosional ini, program lebih mudah disampaikan. Masyarakat lebih mudah dilayani, karena masyarakat akan berani menyampaikan keluhan karena selama ini ada warga yang takut melapor,"ucapnya.

Camat yang baru menjabat selama tujuh bulan ini mengaku kan terus mengembangkan Kecamatan Sedayu agar lebih dikenal. Salah satu upayanya terus mengunggah berita tentang Sedayu melalu laman kecamatan.

"Kami juga punya grup di Facebook namanya grupnya 'Warga Sedayu Online'. Baru tujuh bulan anggotanya sudah 6400-an orang," pungkasnya.

Kompas TV Ribuan pengunjung dari berbagai daerah mendatangi wahana hutan pinus dan melihat replika perahu Sangkuriang.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X