Gaji ASN Dipotong untuk Zakat, Ternyata di Semarang Sudah Berlaku sejak 2016

Kompas.com - 07/02/2018, 20:59 WIB
Bupati Semarang Mundjirin menyerahkan Hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2017 kepada Ketua PMI Kabupaten Semarang Bintang Narsasi Mundjirin di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Rabu (7/2/2018) siang. Kompas.com/Syahrul MunirBupati Semarang Mundjirin menyerahkan Hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2017 kepada Ketua PMI Kabupaten Semarang Bintang Narsasi Mundjirin di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Rabu (7/2/2018) siang.

UNGARAN, KOMPAS.com - Wacana pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag), yang ingin memotong gaji aparatur sipil negara (ASN) sebesar 2,5 persen untuk zakat, mendapat dukungan dari Bupati Semarang Mundjirin.

Menurut Mundjirin, wacana tersebut harus didukung karena merupakan program yang baik.

"Itu bagus ya saya kira, kalau dia sadar (malah) tidak usah dipotong sudah menyerahkan sendiri," kata Mundjirin seusai Penyerahan Hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2017 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Rabu (7/2/2018) siang.

Kebijakan pemotongan gaji ASN sebesar 2.5 persen untuk zakat, kata Mundjirin, sudah dilaksanakan di Kabupaten Semarang sejak tahun 2016 melalui Baznas. Bahkan, akibat kebijakan ini, Baznas Kabupaten Semarang pernah meraih Baznas Award 2017 karena dinilai berkinerja baik, mulai dari menghimpun hingga mendistribusikan zakat.

Dengan demikian, jika kebijakan tersebut akan menjadi keputusan pemerintah, Mundjirin menyatakan tidak masalah.

"Bahkan itu dilakukan waktu dulu belum Baznas, tapi Bazis, yang pegawai negeri langsung potong. Kalau kebijakan Pak Menteri seperti itu, kita tinggal jalan," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Hanya Memfasilitasi, Potongan Zakat ASN Muslim Tak Wajib

Lebih jauh Mundjirin menjelaskan, jumlah dana yang dihimpun Baznas Kabupaten Semarang setiap bulannya mencapai Rp 180 juta hingga Rp 200 juta. Ia menilai jumlah zakat yang dihimpun Baznas belum maksimal.

Pihaknya berharap ke depan ada terobosan-terobosan baru sehingga jumlah zakat yang dihimpun Baznas Kabupaten Semarang bukan lagi di angka ratusan juta rupiah, melainkan miliaran.

Selain bisa menghimpun zakat yang lebih banyak, Mundjirin juga berharap distribusi zakat ke depan juga lebih mendorong ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian bantuan permodalan.

"Pentasyarufannya kita bukan hanya bentuk uang tunai, tetapi kita nanti minta untuk orang-orang yang mau berusaha tapi dia miskin, tidak punya modal. Misalnya jualan gorengan, bakul-bakul sayur, jamu-jamu gendong, nanti bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Jangan Sampai PNS yang Tak Wajib Zakat Dipotong Penghasilannya

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Korupsi Rp 2,1 M Pegawai BRI Terbongkar, Berawal dari Kecurigaan Debitur Uang di Tabungan Raib

Regional
Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Gubernur Kalbar Tak Yakin Paslon Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Pakai Alat Berat, Ratusan Lapak di Pasar Mardika Ambon Digusur

Regional
Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap Dibuka Keluarga, Ganjar: Ikuti Prosedur Dokter

Regional
Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Pegawai BRI Korupsi Rp 2,1 M untuk Judi Bola Online, Ambil Uang 11 Nasabah Sedikit demi Sedikit

Regional
Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Kronologi Penangkapan Anggota DPRD yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Oknum Polisi Cabuli Gadis ABG Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Hasil Visum Ditemukan Bukti Telah Terjadi Persetubuhan

Regional
Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Regional
Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Guru Besar Ahli Epidemologi di Bali Meninggal karena Covid-19

Regional
Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak 'Besok Kiamat'

Kronologi Pria Terobos Kantor Polisi dan Berteriak "Besok Kiamat"

Regional
Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Jenuh di Isolasi, Pasien Covid-19 Usia 60 Tahun Panjat Pagar RS dan Pulang ke Rumah

Regional
Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Tenaga Kesehatan RSUD Soedono Madiun Terpapar Corona, Dua Ruang Paviliun Ditutup

Regional
Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Oknum Anggota DPRD Jadi Bandar Sabu Jaringan Bos PO Bus Pelangi

Regional
Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Mobil Rombongan Lamaran Nikah Terguling di Nunukan, 3 Orang Meninggal Dunia

Regional
Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Jerinx Bersedia Hapus Akun Medsos jika Diperlukan untuk Mendapat Penangguhan Penahanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X