"Kami Tetap Usung Bupati Jombang di Pilkada 2018, Kami Akan 'Fight'" - Kompas.com

"Kami Tetap Usung Bupati Jombang di Pilkada 2018, Kami Akan 'Fight'"

Kompas.com - 06/02/2018, 14:21 WIB
Partai Koalisi pendukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko-M Subaidi Muhtar menggelar jumpa pers di Graha Gus Dur Jombang, Minggu (4/2/2018). Perwakilan partai koalisi, Subaidi (baju batik hijau), Masud Zuremi (baju putih), dan Mulinah Sohib, menegaskan bahwa mereka tetap mengusung Nyono dan Subaidi dalam Pilkada Serentak 2018.KOMPAS.com/Moh. Syafii Partai Koalisi pendukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko-M Subaidi Muhtar menggelar jumpa pers di Graha Gus Dur Jombang, Minggu (4/2/2018). Perwakilan partai koalisi, Subaidi (baju batik hijau), Masud Zuremi (baju putih), dan Mulinah Sohib, menegaskan bahwa mereka tetap mengusung Nyono dan Subaidi dalam Pilkada Serentak 2018.

JOMBANG, KOMPAS.com - Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka dalam dugaan suap, Minggu (4/2/2018), partai koalisi tetap mengusung Nyono dan pasangannya, M Subaidi Muhtar, dalam Pilkada Serentak 2018.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mas'ud Zuremi, mengatakan, partai pengusung tetap solid.

"Setelah kami berdiskusi dengan seluruh partai koalisi, termasuk juga pada pagi tadi kami bertemu terkait dengan hal-hal tersebut, maka diputuskan bahwa kami dari Partai Koalisi ini tidak ada masalah dengan pencalonan Bupati dan wakil bupati, pencalonan Pak Nyono dan Pak Subaidi pada pencalonan Pilkada Jombang," kata Mas'ud saat menggelar jumpa pers di Graha Gus Dur, kantor DPC PKB Jombang, Minggu petang.

Nyono kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Jombang 2018 dengan Subaidi Muhtar. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem dan PKS serta Partai Amanat Nasional (PAN).

(Baca juga: Jejak Politik Bupati Jombang, dari Kepala Desa, Bupati, hingga Ketua DPD Golkar Jatim)

Mas'ud menegaskan, partai pengusung menghargai proses hukum KPK terhadap Nyono. Namun, lanjut dia, pihaknya juga tetap menggunakan asas praduga tak bersalah terhadap kasus yang kini membelit calon yang mereka usung.

Alasan lain, tambah Mas'ud, proses pencalonan pasangan dalam Pilkada Jombang tahun ini sudah memasuki tahap krusial karena seminggu ke depan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang akan menetapkan pasangan yang akan bertarung dalam Pilkada Jombang.

"Sesuai PKPU, kami tidak bisa mundur. Kami tetap mengusung Pak Nyono dan Pak Subaidi sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang dan kami akan tetap fight," tutur Mas'ud.

(Baca juga: Bupati Jombang: Saya Mohon Maaf...)

Calon Wakil Bupati Jombang, M. Subaidi Muhtar mengungkapkan, dirinya akan melanjutkan langkah seperti apa yang diputuskan oleh Partai koalisi pengusung pasangan Nyono - Subaidi.

Dirinya tetap merasa yakin dengan dukungan masyarakat Jombang, meski pasangannya tengah tersangkut kasus hukum dan sedang ditahan oleh KPK. Dukungan PKB serta partai pengusung diyakini tidak surut.

"Kami tetap maju. Ini adalah tantangan yang harus kami jawab," ujar Subaidi.

Terpisah, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jombang, Suyoto menyatakan, partainya tetap konsisten mengusung Nyono Suharli Wihandoko sebagai calon Bupati Jombang yang telah didaftarkan ke KPU Jombang bulan lalu.

Menurut Suyoto, pada kondisi saat ini, Nyono dinyatakan bersalah dan pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada kadernya itu.

"Kan statusnya tersangka, belum ada keputusan inkrah (dari Pengadilan). Partai kami tetap solid mendukung Pak Nyono," ungkapnya. (M Syafi'i)

 

Kompas TV Bupati Jombang diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X