Jejak Politik Bupati Jombang, dari Kepala Desa, Bupati, hingga Ketua DPD Golkar Jatim - Kompas.com

Jejak Politik Bupati Jombang, dari Kepala Desa, Bupati, hingga Ketua DPD Golkar Jatim

Kompas.com - 05/02/2018, 09:45 WIB
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Minggu (4/2/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Minggu (4/2/2018).

JOMBANG, KOMPAS.com - Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Sabtu (3/2/2018).

Nyono, menjabat sebagai Bupati Jombang sejak 24 September 2013. Dia dilantik setelah memenangkan Pilkada Kabupaten Jombang 2013. Kala itu, dia berpasangan dengan Munjidah Wahab sebagai wakilnya.

Mereka didukung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.

Politisi Golkar kelahiran Jombang, 8 November 1962, itu mulai menapaki karier politiknya dari jabatan Kepala Desa Spanyol, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Nama Nyono mulai dikenal publik saat dirinya masuk dalam bursa calon Bupati Jombang tahun 2003. Kala itu sistem pemilihan kepala daerah menggunakan metode pemilihan di DPRD. Dia masuk dalam bursa cabup berpasangan dengan Tamim Romli sebagai cawabup.

(Baca juga: Pengalaman Ganjil dan Brankas Besar di Balik Penggeledahan Vila Mewah Zumi Zola)

Dalam kontestasi Pilkada pada tahun 2003 yang dipilih anggota legislatif itu, Nyono kalah bersaing dengan pasangan Suyanto-Ali Fikri.

Pada periode tahun 2004-2009, Nyono menjadi anggota DPRD Jombang. Dia terpilih lagi sebagai anggota dewan untuk periode 2009-2013.

Pada tahun 2008, bapak dua anak itu tampil sebagai kontestan Pilkada Jombang berpasangan dengan Abdul Halim Iskandar. Namun dalam percaturan itu, Nyono dan pasangannya kalah dari pasangan Suyanto-Widjono Soeparno.

Pada Pilkada Jombang tahun 2013, Nyono kembali tampil dalam Pilkada Jombang bergandengan dengan Munjidah. Saat berpasangan dengan putri KH Abdul Wahab Chasbullah itulah, Nyono memenangi pilkada.

Pasangan Nyono-Mundjidah akhirnya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang untuk periode 2013-2018.

(Baca juga : Bupati Jombang: Saya Mohon Maaf...)

Karier politiknya kian moncer, setelah pada tahun 2012 terpilih menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang, dia lalu terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur pada 17 April 2016.

Jabatan Ketua DPD Partai Golkar Jombang periode 2017-2023 selanjutnya dipegang oleh istrinya, Tjaturina Wihandoko.

Menjelang akhir jabatannya sebagai Bupati Jombang periode 2013-2018, Nyono kembali mengajukan diri dalam kontestasi Pilbup Jombang 2018. Pada Pilkada Jombang kali ini, Nyono berpasangan dengan Subaidi Muhtar, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pada Pilkada tahun ini, pasangan Nyono-Subaidi diusung oleh Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, PKS dan PAN. (Moh Syafii')

 

 

Kompas TV Bupati Jombang diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X